Politik

Timsel KPU Diminta Mau Terbuka

Jum'at, 09 Desember 2011 , 20:16:00

JAKARTA -- Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2011 tentang Pembentukan Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dinilai masih banyak kelemahan. Keppres dinilai tidak memberikan jaminan publik dapat mengakses semua tahapan pemilihan Anggota KPU dan Bawaslu.

"Dari 14 tahapan (seleksi) yang harus dijalankan oleh Timsel, terdapat peluang keterbukaan dan partisipasi publik hanya pada tiga tahapan proses seleksi," kata Ninis, Very Junaidi dan Erik Kurniawan  dari Koalisi Amankan Pemilu, di Jakarta, Jumat (9/12).

Proses itu yakni mengumumkan pendaftaran calon Anggota KPU dan Bawaslu pada media massa cetak harian dan media massa elektronik nasional. Mengumumkan hasil penelitian administrasi bakal calon. Mengumumkan nama daftar bakal calon yang lulus seleksi tertulis, tes kesehatan dan tes psikologi untuk mendapat masukan dan tanggapan masyarakat. Kemudian, melakukan wawancara dengan materi penyelenggaraan pemilu dan klarifikasi atas tanggapan masukan masyarakat.

Very mengatakan, meski secara eksplisit ada beberapa tahapan yang terbuka serta menerima aspirasi dan masukan masyarakat, akan tetapi belum ada jaminan apakah publik dapat mengakses semua tahapan yang ada. "Seharusnya Keppres menyatakan secara eskplisit bahwa semua tahapan proses seleksi terbuka dan dapat diketahui publik," kata Ninis.

Dia menegaskan Keppres juga tidak secara eksplisit mengharuskan adanya tindak lanjut atas adanya tanggapan masyarakat dalam bentuk perubahan atau tindakan lain.
"Jika proses keterbukaan hanya sebagai formalitas belaka, maka sangat dikhawatirkan hanya akan dijadikan justifikasi Timsel atas partisipasi dan masukan publik," ujarnya.

Koalisi Amankan Pemilu meminta Presiden SBY untuk secara terbuka memerintahkan kepada Timsel dan menyatakan kepada publik bahwa seleksi KPU dan Bawaslu terbuka di setiap tahapan.

Timsel diminta bertindak adil, profesional dan independen di dalam menjalankan proses seleksi dan menetapkan hasil seleksi tanpa tekanan dari pihan manapun. Serta mengedepankan kepentingan publik dan kualitas pemilu.

"Timsel bekerjasama dengan Mendagri sebagai kementerian yang ditunjuk untuk segera menyediakan mekanisme keterbukaan informasi atas proses seleksi yang akan berjalan," ungkap Ninis.

Seperti diketahui, Keppres menunjuk Ketua Timsel adalah Gamawan Fauzi, Wakil Ketua Amir Syamsudin, Sekretaris Tanribali Lamo yang kini Dirjen Kesbangpol Kemendagri dan delapan anggota lainnya. (boy/jpnn)

Berita Terkini

Menteri Susi: Untung Importir Garam Seperti Jualan Narkoba
Sabtu, 29 Agustus 2015 , 19:21:00
Tak Digubris Kemendag, Menteri Susi Ancam Tak Urusi Petani Garam
Sabtu, 29 Agustus 2015 , 19:17:00
Gawat! Bomber Gaek Lazio Absen Hingga Oktober
Sabtu, 29 Agustus 2015 , 19:08:00
Mahaka: Pemain Pindah Tak Perlu Persetujuan Klub Lama
Sabtu, 29 Agustus 2015 , 19:07:00
Importir Sudah Puyeng
Sabtu, 29 Agustus 2015 , 19:00:00
Ini 6 Gugatan Sengketa Pilkada Yang Sudah Diregistrasi Panwas
Sabtu, 29 Agustus 2015 , 18:57:00