Bisnis

Bosowa Bangun Pabrik Semen di Lombok

Senin, 26 Maret 2012 , 03:53:00

JAKARTA - Setelah sebelumnya membangun pabrik Silo Packing Plant (SPP) semen di Balikpapan berkapasitas 300 ribu ton per tahun, PT Semen Bosowa Maros kembali membangun pabrik SPP senilai Rp 100 miliar di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur PT Semen Bosowa Maros Subhan Aksa mengatakan, pabrik pengepakan semen tersebut merupakan yang keenam setelah di Banyuwangi (Jawa Timur), Ciwandan (Banten), Samarinda (Kaltim, Kendari (Sultengg), dan Balikpapan (Kaltim). Bosowa menargetkan pembangunan hingga delapan pabrik pengepakan semen dengan investasi sebesar Rp 600-700 miliar.

Ia menurutkan, permintaan semen di NTB sejak Januari-November 2011 mencapai 60,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah permintaan semen periode Januari 2011 mencapai 468.429 ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2010 sebanyak 291.577 ton. “Jadi ini peluang buat Bosowa,” kata Subhan dalam keterangannya kemarin (25/3).

Menurut Subhan, meski pertumbuhan sektor pertaniannya menurun, namun sektor konstruksi merupakan sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 8,68 persen. "Tentu bagi kami, dari dunia usaha, ini merupakan sebuah peluang," ujar dia.

Sementara itu, CEO Bosowa Erwin Aksa mengungkapkan, Indonesia kekurangan semen sebanyak 4 juta ton per tahun. Ini berarti dibutuhkan dua pabrik semen baru untuk memenuhi kebutuhan itu.

Inilah yang menjadi dasar Bosowa akan membangun beberapa pabrik semen di sejumlah tempat di Indonesia seperti Cilegon, Banyuwangi, dan Rembang. Saat ini Semen Bosowa merupakan pemasok semen terbesar kedua setelah Semen Tiga Roda di NTB. Permintaan Semen Bosowa sepanjang tahun lalu mengalami peningkatan sebanyak 40 persen.

Perseroan berencana melakukan peningkatan produksi semen Bosowa Maros di tahun ini sebesar 1,2 juta ton. Artinya pada 2013-2014 akan ada peningkatan produksi sebesar 2,5 juta ton. (lum)

Berita Terpopuler

The Virgin Minta Tessy Dihukum Mati
Sabtu, 01 November 2014 , 09:41:00
Adian Napitupulu Khawatir Menteri ESDM Khianati Jokowi
Jum'at, 31 Oktober 2014 , 19:29:00
Keluarga Penghina Jokowi Dapat Bantuan Modal Usaha
Sabtu, 01 November 2014 , 01:54:00
Sinyal Kuat Jessica Mila Buat Anak Bungsu Jokowi
Sabtu, 01 November 2014 , 04:34:00
Seorang TKI Warga Madiun Suspect Ebola
Sabtu, 01 November 2014 , 06:03:00
KPK Nilai Langkah Ahok yang Ini Perlu Ditiru
Jum'at, 31 Oktober 2014 , 18:24:00