LBH dan Guru Somasi Mendikbud

Selasa, 30 Juli 2013 , 18:37:00

JAKARTA - LBH Jakarta bersama Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), FGII, akademisi dan beberapa tokok pendidikan melayangkan somasi agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan segera membatalkan penerapan kurikulum 2013.

Mereka menilai penerapan kurikulum terebut merupakan kebijakan yang tergesa-gesa dan dipaksakan sebagaimana tergambar dalam penamabahan jam pelajaran, konsep kompetensi, serta dokumen kurikulum yang tidak pernah diujipublikkan.

"Dalam kurikulum ini juga ada penyamaan mata pelajaran SMA dengan SMK apdahal tujuan dan karakteristiknya berbeda," kata Sekjen FSGI, Retno Listyarti di LBH Jakarta, Selasa (30/7).

Ditegaskannya, yang dibutuhkan dunia pendidikan Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional bukanlah semata-mata perubahan kurikulum belajar mengajar, tapi peningkatan kualitas serta kompetensi para pendidik.

"Kami juga melihat penerapan kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013 menimbulkan ketidakpastian karena tidak adanya parameter penilaian yang jelas, dan tidak ada teori yang dijadikan dasar," jelas Retno.

Contoh gamblang yang dikatakan Retno adalah buku bahasa Indonesia untuk guru dan siswa SMA memiliki langkah yang sama. Misalkan di buku guru diperintahkan membaca puisi, nah di buku siswa terdapat puisi yang akan dibaca.

"Baca puisi, baca. Ya baca saja. Tapi tidak terjadi proses menganalisa. Kemudian yang penting lagi soal refleksi, tapi dalam buku Bahasan Indonesia ini tidak ada refleksi. Jadi buku yang diharapkan tidak sesuai jargon Mendikbudn" tegasnya.

Parahnya lagi, ujar Retno, buku untuk siswa SD yang katanya tematik integratif, tapi kenyataannya tidak interatif karena isinya bersifat hafalan. Sehingga kurikulum ini sudah keluar dari konteks.

bloso 10.08.2013 | 23:50 WIB
menterinya koyo wedhus ora ngerti pendidikan blas...cak nuh ndang muleheo...golek pakan wedhus ae ndeng....hahaa
efan 10.08.2013 | 14:08 WIB
pelajaran sejarah. di KTSP jam sejarah cuma 1 jam seminggu serta dihilangkan di S
Harimurti 06.08.2013 | 10:42 WIB
Hai bejo, gak ada lo guru yg dukung krklm 2013, kl ada plg ya cm kamu
budi 04.08.2013 | 22:25 WIB
percuma kurikulum baru klo ujiannya (UN) curang, ujian sekolahnya di markup.dimanakah kejujuran ???
bejo 04.08.2013 | 05:43 WIB
retno, jangan mengatasnamakan guru, karena banyak guru dukung kurikulum baru
retno 03.08.2013 | 19:03 WIB
Retno guru kerjaanya ngeritik melulu. Kapan ngajarnya, ente selalu ngeritik apapun yg dikatakan pemerintaj
karnawan 02.08.2013 | 06:15 WIB
Mapel IPA untuk SMK yg materinya sains aplikatif untuk lingkungan dan mitigasi bencana yg urgen serta pengelolaan limbah sangat mutlak diajarkan ke siswa, eee...ternyata kur. 2013 menghapus/menggusur mapel ipa,quovadis....?
Renjaw 31.07.2013 | 22:23 WIB
Banyak hal yg belum siap, membuat yg di lapangan semakin binggung..
nov 31.07.2013 | 12:59 WIB
di pesantren ada prinsip: metode lbg penting dari materi, guru lbg penting dari kurikulum, ruh guru lbh penting dari jasad guru
Deni Iskandar 31.07.2013 | 04:43 WIB
Setiap kebijakan pasti ada pro dan kontranya, maju terus kurikulum 2013
budi 30.07.2013 | 22:20 WIB
kur 2013 adlh kur macan kertas, menjadkn pendidikan menjd smakin tdk jelas
budi 30.07.2013 | 22:19 WIB
kur 2013 adlh kur macan kertas, menjadkn pendidikan menjd smakin tdk jelas