Politik

KPU Lebak Diingatkan Jangan jadi Sumber Masalah

Jum'at, 16 Agustus 2013 , 17:44:00

JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik mengigatkan KPU Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, jangan sampai menjadi sumber masalah pada penyelenggaraan pemilihan bupati-wakil bupati yang akan digelar 31 Agustus mendatang.

KPU Lebak, menurutnya, harus dapat berperan maksimal dalam menghadirkan pemilukada yang berkualitas dengan benar-benar melaksanakan semua tahapan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Upayakan jangan sampai ada gugatan dari pasangan calon sehingga proses pemilukadanya tidak berlarut-larut. Bekerjalah secara profesional sehingga pasangan calon percaya dengan kinerja penyelenggara,” ujar Husni di Jakarta, Jumat (16/8)

Sebagai salah satu wujud profesionalisme, Husni meminta petugas pada saat pelaksanaan pilkada nantinya  mengisi formulir C (catatan hasil penghitungan suara) dan formulir D (rekapitulasi hasil penghitungan suara) sesuai suara yang diberikan masyarakat.

“Jenis formulir pemilukada itu sedikit, apalagi calonnya sedikit. Kalau fomulir C dan D itu diisi dengan benar, tidak akan terjadi kecurangan,” ujarnya.

Pemilukada Kabupaten Lebak diketahui  diikuti tiga pasangan calon. Nomor urut 1 H.Pepep Faisuludin-Aang Rasidi, nomor urut 2 H.Amir Hamzah-H.Kasmin dan nomor urut 3 Hj Iti Octavia Jayabaya-H.Ade Sumardi.

Tahapan Pemilukada saat ini sudah memasuki masa kampanye. Setelah itu dilanjutkan dengan pemungutan dan penghitungan suara.

Untuk memastikan tahapan pemungutan dan penghitungan suara berjalan dengan tertib, lancar, aman, damai, jujur dan adil, KPU Kabupaten Lebak sebelumnya diketahui telah menggelar rapat kerja (raker) dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Lebak di aula STAI Latansa Mashiro, Rangkasbitung, Kamis (15/8).

Kegiatan raker tersebut menghadirkan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik dan Ketua DKPP RI Prof.Dr.Jimly Asshididiqie sebagai narasumber.(gir/jpnn)

Berita Terkait