Berdalih SK sebagai Honorer K1 Ikut Terbakar

Kamis, 05 September 2013 , 08:46:00

MEDAN - Kebijakan pusat, yang berdasar hasil tim Audit Tujuan Tertentu (ATT)  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak mengakui surat otorisasi untuk kelengkapan syarat tenaga honorer kategori satu (K1) yang dikeluarkan bukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) saat honorer K1 itu mulai bekerja, langsung menuai kontroversi.

Dari Kota Medan, yang keputusan itu menyangkut nasib 143 tenaga honorer K1, muncul sikap reaktif.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan Affan Siregar, menyebutkan dirinya tidak habis pikir dengan putusan yang diambil oleh BKN dengan menggagalkan seluruh tenaga honorer Kategori K1.

"Apa yang diminta BKN sudah kita penuhi, namun mengapa semua di gagalkan dengan alasan seperti itu," katanya.

Diakuinya dengan kejadian seperti ini, dirinya tidak tahu harus berbuat apa serta lebih memilih untuk mengikuti putusan dari BKN. " Kalau seperti ini ceritanya, saya menyerah," kilahnya.
 
Afan sebenarnya menyayangkan putusan tersebut, dengan kejadian ini tenaga honorer K1 yang selama ini menunggu keputusan tersebut harus kecewa.

Padahal sudah ada bukti yang menyatakan bahwasanya mereka memang benar di gaji oleh APBD sejak tahun 2005.

Hanya saja memang, diakuinya, tidak ada SK dari pejabat atau kepala daerah ketika mereka mulai bekerja tahun 2005 silam. " Kan sudah disampaikan secara tertulis, kalau SK tenaga honorer K1 ikut hangus terbakar ketika ruang umum dilalap api," tukasnya,

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honorer Sekolah Negeri-Satuan Kerja Perangkat Daerah (FKTHSN-SKPD) Sumut, Andi Subakti mengaku kecewa dengan putusan yang dikeluarkan oleh BKN.

Komentar (15)
masyarakat medan 07.09.2013 | 15:21 WIB
Kami masyarakat medan tahu bahwa sebelum pengangkatan 143 k1 pemko medan BKN sudah melakukan pengangktan cpns yang mana sknya sama dengan 143 honorer k1sekarang, jelas BKN sudah membuat keputusan yang tidak adil..dan ini bisa di jadikan bukti ke pengadilan.
bedebah 06.09.2013 | 10:02 WIB
Dasar bedebah para pejabat kita PNS Umum udah dibuka Honorer K1 tidak kunjung diangkat,. klw umum ada uangnya sich
beo` 06.09.2013 | 07:55 WIB
setahu saya jika arsip SK dikantor hilang atau terbakar, masing2 honorerkan pasti ada pegang/diberikan SK, apa juga ikut terbakar? aneh....
honorer K1 05.09.2013 | 14:06 WIB
saya heran bukankah sk dikasih masing honorernya,dan untuk disimpan.kalo pun terbakar kan ada pertinggalnya masing2 honorer.
jelita 05.09.2013 | 12:56 WIB
iya podo gak genah kok minta jadi pns warisan kali.......................... ......................
Honor K2 05.09.2013 | 11:48 WIB
Urusan K1 sudah beres sekarang saatnya mengurusi K2 tolong dipercepat tesnya dan umumkan hasilnya secara JUJUR DAN ADIL serta proporsional
Honor K2 05.09.2013 | 11:48 WIB
Urusan K1 sudah beres sekarang saatnya mengurusi K2 tolong dipercepat tesnya dan umumkan hasilnya secara JUJUR DAN ADIL serta proporsional
Honor K2 05.09.2013 | 11:48 WIB
Urusan K1 sudah beres sekarang saatnya mengurusi K2 tolong dipercepat tesnya dan umumkan hasilnya secara JUJUR DAN ADIL serta proporsional
Honor K2 05.09.2013 | 11:48 WIB
Urusan K1 sudah beres sekarang saatnya mengurusi K2 tolong dipercepat tesnya dan umumkan hasilnya secara JUJUR DAN ADIL serta proporsional
Honor K2 05.09.2013 | 11:48 WIB
Urusan K1 sudah beres sekarang saatnya mengurusi K2 tolong dipercepat tesnya dan umumkan hasilnya secara JUJUR DAN ADIL serta proporsional
Honor K2 05.09.2013 | 11:48 WIB
Urusan K1 sudah beres sekarang saatnya mengurusi K2 tolong dipercepat tesnya dan umumkan hasilnya secara JUJUR DAN ADIL serta proporsional
revolusi 05.09.2013 | 11:17 WIB
Asal jangan birokrat di bkn aja yang di bakar.
IONS 05.09.2013 | 10:43 WIB
K1 yg saat ini blm di cpns kan benar2 sdh dihianati, karena yang tahap 1 syarat adm sama dg kita mari ajukan ke PTN dan KPK bersama se indonesia
Amri Mokodompit 05.09.2013 | 10:05 WIB
kalau dalam ruang umum terbakar kan arsipnya ada pada honorer yang bersangkutan minta saja itu sebagai bukti !
khalifah 05.09.2013 | 10:02 WIB
Udah laporkan ke KPK aja semua birokrat BKN gk bener lagi mereka itu.