Pendidikan

Temuan BPK Soal UN harus Dilanjutkan ke KPK

Jum'at, 20 September 2013 , 15:57:00

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap hasil pemeriksaan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2012 dan 2013 terlalu soft.

Namun Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listyarti mengaku bisa dipahami hal itu karena BPK hanya berfikir teknis, bukan substansi. "Nah, yang terpenting seharusnya data pemeriksaan BPK itu dilanjutkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) agar diselidiki," katanya saat dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan BPK dalam pelaksanaan UN, Jumat (20/9).

Menurut Retno, temuan BPK dalam penyelenggaraan UN tersebut harus menjadi momentum untuk menguatkan bahwa UN memiliki daya rusak parah untuk masa depan bangsa. "Daya rusak UN sudah parah. Mulai dari mental nyontek (siswa) sampai mental korup (penyelenggaranya)," tegas Retno.

Dia mengatakan sejak awal sikap FSGI terhadap UN sangat tegas. FSGI menolak UN sebagai penentu kelulusan hasil belajar siswa karena bertentangan dengan Pasal 58 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam UU itu disebutkan bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik berada di tangan pendidik dan satuan pendidikan, bukan di tangan negara. Selain itu UN dalam UU Sisdiknas  hanya sebagai pemetaan kualitas penddkan, sehingga UN tidak harus dilaksanakan setiap tahun dan tidak harus di kelas ujung.

Retno juga mengatakan, temuan BPK  ini seharusnya menjadi masukan di konvensi UN September nanti untuk tidak memaksakan UN yang tidak berorientasi mutu, tapi berorientasi proyek. (fat/jpnn)

Berita Terpopuler

Tak Mau Lantik Budi Gunawan, Jokowi Terancam Pemakzulan
Selasa, 27 Januari 2015 , 01:51:00
Tunjangan Anak-Istri PNS Dihapus
Senin, 26 Januari 2015 , 17:29:00
Abraham Samad Diserang Foto Mesum Lagi
Senin, 26 Januari 2015 , 17:44:00
Baku Tembak 11 Jam, 49 Polisi Tewas
Selasa, 27 Januari 2015 , 05:55:00
Pramono Anung: Temen-teman Tahulah Menteri yang Dimaksud
Senin, 26 Januari 2015 , 19:11:00
Ayah Sherina Munaf Dilantik Jokowi di Istana
Senin, 26 Januari 2015 , 15:54:00

Berita Terkini

Tim Independen Mulai Dalami Kasus KPK Vs Polri
Selasa, 27 Januari 2015 , 14:55:00
Angka Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Asumsi Penyusunan APBN
Selasa, 27 Januari 2015 , 14:54:00
Jokowi Resmikan 5 Proyek di Sumut
Selasa, 27 Januari 2015 , 14:51:00
Jonan: Saya Tak Lagi Mengenal LCC, Tapi Mendukung Garuda
Selasa, 27 Januari 2015 , 14:45:00
Polri Vs KPK, Fadli Zon: Tim Independen Maju, Apa Tugasnya Wantimpres?
Selasa, 27 Januari 2015 , 14:41:00
Sikat Bouchard, Sharapova Lolos Semifinal
Selasa, 27 Januari 2015 , 14:40:00