3,7 Juta Guru Ancam Mogok Mengajar

Sabtu, 28 September 2013 , 00:55:00

JAKARTA--Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan produsen tempe dan tahu yang mogok besar-besaran karena memprotes kinerja pemerintah. Sabtu pekan depan (5/10) giliran guru-guru se Indonesia menggelar aksi mogok mengajar. Mereka mengganti aktifitas mengajar dengan doa bersama.

Aksi mogok mengajar ini hasil dari rapat akbar Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Mereka memilih menggelar aksi pada 5 Oktober karena bertepatan dengan Hari Guru Internasional. Ketua Umum PB PGRI Sulistyo menuturkan aksi mogork mengajar ini dilakukan lingkungan guru PGRI mulai dari tingkat sekolah, ranting (kecamatan), kabupaten, provinsi, hingga di pusat.

"Jumlah pasti guru di Indonesia sampai sekarang tidak jelas. Estimasi kami guru-guru yang akan berdoa bersama dan tidak mengajar mencapai 3,7 juta orang," katanya. Surat pemberitahuan aksi massal ini sudah dikirim mulai dari Presiden SBY, Mendikbud Mohammad Nuh, hingga Kapolri Timur Pradopo. Sulistyo mengatakan mereka tidak perlu menunggu izin kepolisian karena aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai.

Dia menjelaskan di tingkat sekolah aksi doa bersama dilakukan seluruh guru. Meskipun anjurannya hanya sepuluh menit, Sulistyo mengatakan pada Sabtu itu juga pembelajaran umumnya diliburkan. "Doa bersama ini tentu butuh persiapan pada jam-jam sebelumnya," kata dia.

Sabtu sekolah kan libur? Sulistyo mengatakan kondisi itu hanya terjadi di Jakarta dan kota-kota besar. Tetapi di daerah-daerah pembelajaran reguler tetap berlangsung mulai Senin hingga Sabtu.

Sulistyo mengatakan aksi mogok mengajar nasional  ini dilakukan untuk mengkritik implementasi kebijakan pemerintah terkait urusan guru yang semakin buruk. Mulai dari urusan sertifikasi guru, pemerataan distribusi pendidik, tunjangan sertifikasi, inpassing atau penyetaraan guru swasta seperti PNS, pengangkatan guru honorer, dan lainnya.

Soal pemenuhan kekurangan guru, Sulistyo mengatakan saat ini jenjang SD kekurangan sekitar 440 ribu guru. Karena tidak dipenuhi pemerintah, jumlah guru swasta atau non PNS membludak. Sedangkan di SMP kekurangan 150 ribu guru BK (Bimbingan Konseling). Kekurangan juga di SMK untuk guru produktif.

Sementara untuk urusan sertifikasi guru, Sulistyo mengamati setiap tahun semakin buruk. Dia mengatakan saat ini sejatinya masuk pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan ketiga. "Tetapi untuk triwulan kedua saja masih banyak yang belum dicairkan," tandasnya.

Sulistyo mengatakan aksi mogok massal ini akan disusul dengan audiensi kepada sejumlah menteri. Mulai dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Keuangan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Dengan doa jutaan guru, PGRI berharap bisa menggetarkan arsy malaikat," kata dia. Melalui aksi massal ini juga Sulisyto berharap pemerintah bisa meningkatkan kinerjanya. (wan)

wa2 28.11.2013 | 11:25 WIB
Mana mogoknya PGRI penipo....?
juami latifah 04.11.2013 | 01:26 WIB
perhatikan juga pengajar pengajar yg mengurus di masjid masjid ,gimana nasibnya
rizal 16.10.2013 | 17:40 WIB
kalau gak mau nyogok ente semua bakalan sengsara,patungan yuk pada nyogok
M. Azhar Alwahid, M.Pd 10.10.2013 | 12:46 WIB
Maju terus pak..saya dukung perjuangannya, saya bersyukur jadi guru swasta. Walaupun gajinya kecil tapi berkah bisa Kuliah S3 di Univ. yg bagus.
Anjing Menggonggong 09.10.2013 | 16:17 WIB
PGRI hanya bisa menggonggong doang = omong kosong...khan kacung sejati pemerintah...Ga berani bela honorer jadi PNS dengan gigih..ngomong thok..
Anjing Menggonggong 09.10.2013 | 16:17 WIB
PGRI hanya bisa menggonggong doang = omong kosong...khan kacung sejati pemerintah...Ga berani bela honorer jadi PNS dengan gigih..ngomong thok..
Muas Rangkuti 04.10.2013 | 11:33 WIB
Mudah-mudahan guru honorer yang mengabdi hampir 8 bahkan ada yg sdh lebih dari 10 tahun semoga cepat diangkat jadi CPNS,... Amin,...
bung hatta 04.10.2013 | 00:13 WIB
COBA BERANI NGGAK?
sukirno 03.10.2013 | 12:52 WIB
TIK/KKPI ga jelas sampe sekarang nasibnya, mau dibawa kemana anak bangsa ke depan ?
YUNUS SALEH, A.Md 03.10.2013 | 12:32 WIB
pak klo bisa saya sarankan untuk pengangkatan cpns atau pns dari guru honorer dan pegawai honorer yang dh jelas orang tersebut aktif di sekolah
ayam 03.10.2013 | 08:04 WIB
gurune gurune
madang bae li wareg
mbok geleman pada rika,.
tugase mbokan kon ndidik, gajihane dipotong sedina gelem ora rika
adri 02.10.2013 | 23:03 WIB
jangan lirik sebelah mata, perjuangkan juga GURU HONORER
Suprap 02.10.2013 | 11:51 WIB
Itu pelajaran bagi pemerintah,Fungsi guru kan mengajar,memang sudah saatnya kita beri pelajaran.
kang bakri 02.10.2013 | 08:22 WIB
Bentuk usaha, tidak hanya lahir, tetapi do'a juga usaha. Untuk PGRI tolong diperjuangkan sertifikasi guru wiyata bakti sekolah negeri,swasta bisa
sugiyanto prayitno 01.10.2013 | 10:28 WIB
guru honorer mendukung gerakan restorasi ini mari kita rapatkan barisan dobrak pemerintah agar masalah guru segera diselesaikan
adhi rosyid 30.09.2013 | 22:51 WIB
Dg kurangnya Guru SD/ yg lain ,mengapa pemerintah sepertinya kekeh merasa dpt buat aturan, kami2 guru sd mengabdi>13th,umur diatas40th kpn PNS?
Permata Java 30.09.2013 | 20:30 WIB
Setuju,kami dukung....kapan guru bisa dianggap punya nilai tawar jika diam saja....PGRI kutunggu aksimu.
Si kelana pandir 30.09.2013 | 19:05 WIB
Bagus tu pak... Cmn syg waktu jd hari sabtu... Jd gaung gerakan damaix tdk trlalu membhana... :-)
Tetuko JP 30.09.2013 | 18:59 WIB
Guru juga manusia wahai shobat, sebagai wujud kepedulian pada demokrasi di negeri kita ini sah saja guru melakukan aksi seperti ini.
muhammad shochib 30.09.2013 | 18:21 WIB
saya tunggu aksimu yang nyata, jangan hanya omong kosong saja,klo aksi ini benar, saya akan mengakui bahwa organisasi sebsar PGRI saya cap Jempol
kustiyah 30.09.2013 | 11:25 WIB
tolong PGRI jg bantu guru2 yg mngabdi d swasta..trmksih.
yoga 30.09.2013 | 09:41 WIB
Nggak papa sekali-kali unjuk gigi sekalian uji kesaktian PGRI...
rihot 29.09.2013 | 18:19 WIB
benerta berita ini.... BIASANYA PGRI itu mau gerak hanya urusi yang g begitu produktif..
contoh kegiatan yg nampak hanya halal bihalal....
ilo saja 29.09.2013 | 17:17 WIB
Tumben PGRI mau mmperjuangkan Guru? Ini akibat PGRI sdh bukan mitra M Nuh lagi krn tidak diundang dalam Konvensi UN. Gak yakin akan mogok wong selama ini penurut kok mau berontak. Kita tunggu deh
adjie s mukhsin 29.09.2013 | 16:40 WIB
Guru memang harus memiliki keberanian, untuk mengedepankan kepentikan anak didik. Jangan mau terperdaya politik elit penyelenggara negara, untuk
jay 29.09.2013 | 13:40 WIB
Bagusssss.......ni Pak Sulis....uptodate..... Kami dukung pak...
guru pedalaman 29.09.2013 | 13:18 WIB
coba sekalian masukkan ke program ILC TV One Pak, agar bisa bergaung kesenterao Indonesia ...
adu 29.09.2013 | 12:57 WIB
Gak mudah pak nyuruh giru mogok klo PGRI gak pernah bantu/lindungi guru didaerah. Pengrusnya daerah siapa dn apa yg dilakukan tuk guru2 gak tau. Tapi klo iuran bulanan yg terus dipungut itu guru2 dah tau sjak dulu. Coba klo PGRI pusat n daerah punya program tuk pemberdayaan dn perlindngan pasti PGRI jadi kekuatan besar dlm menentukan kebijakan yg pro gjuru. PIKIRKAN pak jangan senang aja dg jabaran ketua, apa yg anda lakukan yg kita tunggu
Mbel Gedes 29.09.2013 | 07:52 WIB
Cari sensasi doang..Di kabupaten Nganjuk lihat honda K-1 dihanguskan dan dibanta datanya oleh pemerintah daerah..buka matamu..Cuma bisa omong..
aan 29.09.2013 | 02:24 WIB
maju teruuuuuuussss.....Pak Suliiiiissss.......tapi sekali sekali...jalan2 dong kedaerah....biar bapak tahu kondisi yg sebenarnya tentang GURU.
munawar 28.09.2013 | 21:36 WIB
menyampaikan pendapat merupakan hak semua wn , intropeksi diri sangat penting
apakah hasil yang dicapai guru saat ini dengan srtpks
hariri 28.09.2013 | 21:29 WIB
di balik keterpurukan bangsa ini bukan karen kita tidak pernah belajar, mengajar dst,,,tapi kita kurangnya ISTIGHASAH'''
Mappisara Tahuddin 28.09.2013 | 20:26 WIB
Do'a sepuluh menit saja sebenarnya bukan mogok mengajar. Lebih tepatnya mungkin 'mengheningkan cipta'. Jika waktu sholat sekalian qunut saja.
bima 28.09.2013 | 19:52 WIB
kita ini guru profesional untuk apa ikut pgri mogok, kami ada korpri
Kurdi 28.09.2013 | 19:36 WIB
Pak Sulis sering membuat pernyataan aneh2, datanya juga sgt diragukan validitasnya. Doa 10 menit koq butuh persiapan ber-jam2 ?
Darto 28.09.2013 | 19:15 WIB
Ayo para guru tunjukan kekuatanmu, pgri organisasi yg besar jagan nurut aja seperti kambing congek
donny 28.09.2013 | 18:46 WIB
Sepertinya sebutan untuk guru adalah 'PAHLAWAN TANPA TANDA JASA' sudah tinggal semboyan, karena sudah tidak ada lagi guru yg layak menyandangnya
Markup nilai 28.09.2013 | 17:47 WIB
Bagaimana dengan mark up nilai raport agar siswa lulus ujian nasional? Kejujuran jadi barang langka. Tuntutan kesejahteraan mengemuka. Manipulasi spj bos meraja lela. Jam dan hari lkerja wjaib pns tak dipenuhi. Makan duit harammmmmmmmmmmmmmmmmm
fuzial koto 28.09.2013 | 16:54 WIB
SBY murid Suharto, yang tidak punya nurani terhadap kesejahteraan PNS dan guru ....Mari semua komponen profesi guru berdoa agar SBY sadar....
nanda 28.09.2013 | 16:32 WIB
selama ini perekrutan honorer khusus K2 sangat diskriminatif dengan K1 ..kami sudah mengabdi sekian lama dengan gaji dibawah UMK selalu ikhlas menjalankan tugas demi anak bangsa..tapi apa balasannya oleh pemerintah hanya 30% tenaga honore yang di angkat..tanpa mempertimbangkan masa pengabdian..inila kezaliman untuk Honor K2 kamu..maju pak sulistyo lawan kezaliman ini.. amiin
suherman 28.09.2013 | 14:48 WIB
klw pemerintah tahu apakah nnt tidak mnjadi dasar SBY tuk mmerintahkan menteri nya SBY (M. NUH) tuk meliburkan
srikandi 28.09.2013 | 14:36 WIB
Waduh.... dl guru adl pahlwn tanpa tanda jasa dg mengedepankan kepentingan murid, tp skg hanya krn sertifikasi rela mengorbankn murid. Itulah perbedaan guru dl dan sekarang. Beginilah wajah dunia pendidikn sekarang
Pa Akbar 28.09.2013 | 12:47 WIB
Sedihnya....guru dimanfaatkan, murid dikorbankan. Kalo pa TYO mau jadi anggota DPD pusat kampanyenya bukan dengan cara begini.
budak borneo 28.09.2013 | 12:23 WIB
djonsikat 28.09.2013 | 08:56 WIB
Perlakuan pemerintah terhadap profesi guru diluar kepatutan harus dilawan....lanjutkan
Wawan 28.09.2013 | 08:29 WIB
Jangan hanya gertak sambal, kalau memang mau demo lakukan. Jangan karena dapat janji-janji palsu pemerintah tero demo tidak jadi dilakukan. Ini
MARJUKI GANJAR WASKITO 28.09.2013 | 08:12 WIB
Semoga dengan aksi mogok guru nasional dapat berfungsi sebagai obat bagi birokrat penyelenggara pendidikan yang tidak amanah agar bertobat.
wahyudi 28.09.2013 | 07:20 WIB
kutipan .... 'Sementara untuk urusan sertifikasi guru, Sulistyo mengamati setiap tahun semakin buruk. Dia mengatakan saat ini sejatinya masuk pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan ketiga. 'Tetapi untuk triwulan kedua saja masih banyak yang belum dicairkan,' tandasnya'

...BEGITU PULA GURU YANG SUDAH SERTIFIKASI KINERJANYA SEMAKIN BURUK PULA'... MALES, LEMPAR TANGGUNG JAWAB.. KAKEAN ALESAN YEN DITUGASI DLL....yg tidak merasa tidak usah kebakaran jenggot.
Kang Tobor 28.09.2013 | 07:03 WIB
Masya Allah hampir empat juta guru tidak ada yang berpikir rasional? Pasca Nabi, emang ada doa terkabul?
Mr.Ben 28.09.2013 | 06:45 WIB
Baguuus pak,saya dukung selama mengayomi kepentingan masyarakat dan Guru2 di indonesia.semua kalangan guru dong!
adi 28.09.2013 | 06:43 WIB
weleh tumben PGRI bersuara, mungkin mau show of force biar tidak kalah dengan FSGI hehehehe
Andi Somali 28.09.2013 | 05:46 WIB
Waduuuuh ada apa gerangan Pak Sulistiyo, biasanya Pro Pemerintah..... Baguslah kalau begitu, Lanjutkan...