Data Guru Honorer K2 Banyak Dimanipulasi

Kamis, 09 Januari 2014 , 07:00:00
Peserta tes CPNS dari honorer K2. Foto: dok.JPNN

JAKARTA--Hasil tes CPNS dari honorer kategori dua (K2) baru akan diumumkan paling cepat akhir bulan ini. Namun, laporan mengenai dugaan kecurangan sudah banyak masuk ke Konsorsium LSM Pemantau CPNS (KLPC).

Dari hasil pemantauan dan berdasar pengaduan masyarakat ke LSM yang resmi digandeng Panselnas CPNS 2013 itu terungkap, modus kecurangan cukup beragam. Antara lain yang menonjol adalah manipulasi data honorer K2. Kasus manipulasi data ini banyak terjadi di honorer K2 guru.

"Kasus semacam ini banyak ditemukan pada formasi guru di Dinas Pendidkan," ujar Asram Jaya, aktivis Forum Informasi dan Komunikasi  Organisasi non Pemerintah (FIK Ornop), saat membeber hasil pantauan KLPC di Jakarta, kemarin (8/1).

Hasil analisa KLPC, modus manipulasi data ini mudah dilakukan karena Surat Keputusan pengangkatan guru sebagai tenaga honorer dibuat oleh Kepala Sekolah. "Sehingga mudah dimanipulasi, terutama pada masa kerja," ungkapnya.

Kedekatan Kepsek dengan UPTD, pengawas dan pejabat pada dinas pendidikan juga dinilai memudahkan terjadinya peluang kecurangan. Penyebab lain tenaga honorer tidak diuji publik oleh BKD.

"Ada juga karena Kepala Daerah memanfaatkan momen Pilkada untuk menarik simpati masyarakat, sehingga menjelang Pilkada jumlah tenaga honorer jauh lebih banyak," sebutnya. Sayangnya, dia enggan menyebut di daerah mana saja kasus seperti itu terjadi. (sam/fat/jpnn)

 

Samsul Rizal 10.03.2014 | 19:36 WIB
Tolong Pak/Bu, K2 banyak manipulasi Data SK honor. kalau bisa LSM
Mardison 09.03.2014 | 04:22 WIB
Kami menemukan CPNS K2 yang memalsukan masa kerja, yaitu peserta Nomor 541242012169 a/n: NURAFNI Kab. Pasaman Barat, Kemana harus melaporkan? Trm
Kurniadi 21.02.2014 | 10:54 WIB
Pak, lebih baik cek laporan bulanan di sekolah2 itu akan ketahuan yang membuat data SK siluman, itu kalau Kemenpan benar2 mau bertindak tegas,
azqa 14.02.2014 | 00:07 WIB
maaf,ketika kita benar2 didolimi maka berdoalah dan berkatalah yang baik, biar cita cita kita tercapai,..
Alumni Alumnian 10.01.2014 | 14:34 WIB
Anak Kepsek honor stu tahun bisa msuk K2..itu fakta dri adik gue yg honor d SD yg sma slama 4 tahun
mita 10.01.2014 | 13:18 WIB
Tlong bpk bpk d BKD kab Kendal dalam proses pemberkasan nanti mohon d periksa dengan teliti terutama yang ada di desa jauh pusat kota.banyak yg mbayar,kasian yang g bs mbayar.
GENDON 10.01.2014 | 08:31 WIB
tolong dicermati Kota Kediri pak, banyak K2 palsu, daripada nanti pengumuman lolos CPNS tetapi SK nya palsu, bisa jadi kericuhan
Alasan yang dipaksakan itu bernama Zero Tolerance 10.01.2014 | 06:35 WIB
Alasan yang dipaksakan itu bernama Zero Tolerance, saking dipaksakannya hingga muncul alasan Data Invalid yang aneh-aneh seakan dibuat-buat TANPA bukti fisik yang kuat & meyakinkan bagi sekitar 10% Peserta jalur umum metode LJK, yang dinyatakan Data Invalid, yaitu intinya alasan:
A-1. Jika kelengkapan isian NOMOR PESERTA ada digit yang kosong/double oleh keliru Peserta ybs di LJK;
A-2. Jika kelengkapan isian KODE SOAL ada digit yang kosong/double oleh keliru Peserta ybs di LJK;
B. Jika NOMOR PESERTA tidak ada dalam biodata/absensi, misal ada digit Nomor Peserta yang keliru isi oleh Peserta ybs di LJK;
C. Jika NOMOR PESERTA ganda/nomor milik Peserta lain oleh keliru Peserta ybs di LJK;
D-1. Jika KODE SOAL ada digit yang salah oleh keliru Peserta ybs di LJK, yang tidak ada dalam Daftar Kode Soal lokasi ujian ybs;
D-2. Jika KODE SOAL ada digit yang salah oleh keliru Peserta ybs di LJK, yang tidak sesuai Jenjang Pendidikan ybs;
D-3. Jika KODE SOAL ada digit yang salah oleh keliru Peserta ybs di LJK, yang tidak sesuai Jenis Tes ybs;
E. Peserta ikut LEBIH dari 1 (satu) lokasi ujian, berdasarkan Database Nomor KTP/NIK Peserta ybs & isian NAMA PESERTA ybs.
Sementara, jika & hanya jika Peserta ybs saat hari tes betul-betul meyakini 100% LJKnya tidak keliru dalam A-1, A-2, B, C, D-1, D-2, D-3, & E, jika semuanya yakin 100% tidak keliru, lalu sekonyong-konyong sistem Panselnas menyatakan LJK Peserta ybs Data Invalid, maka Peserta ybs harusnya boleh meminta LJKnya yang 'original', tapi kalau sebelum minta juga meragukan pula originalitasnya maka Peserta ybs dapat mengadukan Panselnas kepada Yang Maha Mengetahui Maha Menyaksikan segalanya (yaitu Allah) sepanjang siang & malam, yakinlah demi Allah Pengadilan-Nya di Akhirat nanti yang akan membuktikan & membalas semuanya ketika hari itu mata uang & pemaafan tidak berlaku lagi, yang ada hanya pertukaran pahala & dosa.
:-)
jaka 09.01.2014 | 21:42 WIB
k1 2005 baru honor 1 tahun diangkat pns tanpa tes.
k2 honor sebelum 2005 berarti sekarang sudah sepuluh tahun honor diangkat tapi pakai tes
YUSRI 09.01.2014 | 20:51 WIB
BERBUATLAH ADIL PEMERINTAHKU. BUKTI KUAT, PROSESLAH ORG2 YG MENIPU DATA & ANGKATLAH HON YG PLHHAN THN MENGABDI.
Talita Aisyah Pertiwi 09.01.2014 | 20:25 WIB
Hasil CPNS Honorer K2 belum diumumkan, ribut tentang honorer siluman, manupulasi data.Lihat pengumumannya dulu,baru komentar dengan data obyektif
Peduli RB 09.01.2014 | 19:29 WIB
Di non guru juga disinyalir tmt sp nya banyak yang dimanipulasi , dan nyatanya ikut testing bahkan sekarang teriak2 paling keras.k2 murni diam.
Suranto, S.Pd. SD. 09.01.2014 | 16:51 WIB
Jangan menebar fitnah kalau punya data bahwa 90 % guru honorer palsu. Silahkan diproses sesuai hukum yang berlaku. Anda siap resikonya ?
honorer jujur 09.01.2014 | 16:34 WIB
di salatiga di beberapa smp ada honorer yang seharusnya nggak masuk di k2,karena mbayar jadi masuk database, test kemarin juga main uang !!!
honorer_k2_jg 09.01.2014 | 13:47 WIB
btul semua coment-nya. database di BKD pastinya kelihatan honorer yg sebelum 2005 dan sesudahnya. BKD n BKN mestinya dah profesional
takyun 09.01.2014 | 11:43 WIB
Ya..memang betul 90% honorer k2 guru palsu alias tdak memenuhi masa kerja.pemerintah jangan tertipu awas!!!
Sabar Raharjo 09.01.2014 | 10:24 WIB
Tidak semua pemda/kab terjadi ada honorer manupulasi data (siluman). Malah ada pemda/BKD memverifikasi data honorer dan uji publik tahap 1 dan 2.
unnonamed 09.01.2014 | 09:22 WIB
manipulasi atau tidak, mudah saja mengeceknya... lihat aja pengajuan/tahun terbitnya NIG/NITK masing2 GTT. kebongkar semua siapa saja yang manipulasi data masa kerjanya.
robi iswanto 09.01.2014 | 09:04 WIB
antara lain terjadi hal seperti itu di kabupaten garut jawa barat........perlu tindak lanjut yang pasti untuk hal itu,THGK2 2 YANG DIRUGIKAN!
arif 09.01.2014 | 07:09 WIB
namanya jg org kaya.amplop tbl pasti lolos. ada kenalan pejabat psti lolos. dah dri TKD pake LJK ampe K2.semua byk kecurangan.pemerintah ttp mata
djae 09.01.2014 | 07:08 WIB
kasihan HK2 yg uda puluhan tahun mengabdi,hrsnya diangkat semua jd modun manipulasi data , samapi kpn nasib HK2 jd lebih baik ?