Pak Darmin, Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi pada 2017?

10 Februari 2017 18:42 WIB
Pak Darmin, Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi pada 2017? - JPNN.COM
Darmin Nasution. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com -Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution optimistis capaian pertumbuhan ekonomi pada 2017 bisa melampaui target baseline yang telah dituangkan dalam APBN, yakni sebesar 5,1 persen.

Ini disampaikan Darmin di kompleks Istana Negara, Jumat (10/2), setelah berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo terkait pertumbuhan ekonomi, investasi, inflasi hingga sektor industri.

Dia menyebutkan bahwa pada 2016, angka pertumbuhan sepanjang tahun sebesar 5,02 persen. "Presiden mengatakan, oke kalau 5,02 di 2016, itu berapa sebenarnya yang bisa kita capai di 2017 dan apa yang harus dilakukan," ungkap Darmin di kompleks Istana Negara, Jumat (10/2).

Capaian pertumbuhan ekonomi tahun ini menurut dia harus optimal, karena di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Pemerintah (RKAP) 2018, telah digariskan angka perkiraan 6,1 persen. Karena itu, fokus diskusi dengan presiden membahas kebijakan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pertumbuhan pada 2017.

Darmin mengatakan, mau tidak mau APBN 2017 harus berdampak positif terhadap pertumbuhan. Bukan seperti tahun lalu karena ada pemotongan anggaran. Maka dalam diskusi itu pembahasannya berkembang ke masalah investasi, inflasi hingga sektor industri.

Bicara inflasi, katanya, angkanya tidak boleh melampaui empat persen supaya tingkat bunga tidak bergerak ke atas. "Harus didorong inflasinya tetap bisa dalam range yang kita diharapkan, sehingga pertumbuhan kreditnya bisa double digit lah," jelas menteri kelahiran Mandailing Natal ini.

Terkait industri, dia menjelaskan bahwa Presiden Jokowi meminta untuk dilihat betul industri apa saja yang sudah ada, bisa dikembangkan dan ditingkatkan produksinya. Di sisi lain presiden ingin dicari market baru sebagai tujuan ekspor. Jika semua itu bisa diwujudkan, dia percaya pertumbuhan di 2017 akan lebih baik.

"Tidak sekadar baseline di dalam APBN (5,1 persen). Kami melihat bisa bergerak di antara 5,4 - 5,7 persen pada 2017. Sehingga di 2018 cukup menjadi dasar mencapai pertumbuhan (6,1 persen)," tutur Darmin. (fat/jpnn)