1 Warga KKB Positif Corona, Pernah Kontak Sama Pendeta Klaster Lembang

Senin, 30 Maret 2020 – 18:12 WIB
Ilustrasi Corona Covid-19. Foto: pixabay

jpnn.com, BANDUNG BARAT - Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) Hernawan Widjajanto mengungkapkan, dari 131 peserta rapid test corona sejak Jumat (27/3) lalu, ada satu pasien yang positif terjangkiti virus penyebab COVID-19 itu.

Rapid test massal tersebut digelar untuk Orang dalam Pemantauan (ODP) di wilayah KBB, juga diikuti ODP dari klaster kegiatan keagamaan di Lembang dan klaster acara Musda HIPMI di Karawang.

BACA JUGA: Kang Emil Minta Warga yang Hadir di Acara Ini Segera Tes Corona

“Satu pasien positif itu merupakan kontak erat dari pendeta asal Desa Cihanjuang Parongpong yang meninggal Minggu kemarin. Entah keluarga, entah pembantunya,” kata Hernawan seperti dikutip dari Jabar Ekspres, Senin (30/3).

Untuk memastikan kembali bahwa pasien itu benar positif, pasien tersebut akan melakukan tes ulang menggunakan metode molekuler alias Polymerase Chain Reaction (PCR).

BACA JUGA: Pendeta Meninggal Terinfeksi Corona, Istrinya Dirawat, Puluhan Jemaat ODP

Tes PCR sendiri dinilai lebih akurat dari alat tes yang digunakan pada rapid test.

“Kami mau lakukan tes menggunakan PCR agar lebih valid. Namun, kemungkinan besar bisa dipastikan positif karena kontak erat,” sebutnya.

BACA JUGA: Warga Miskin Sengsara, India Kapok Terapkan Lockdown Corona

Sementara itu, sejumlah warga KBB yang masuk kategori ODP bagian dari klaster acara Musda HIPMI di Karawang dinyatakan negatif semua setelah mereka menjalani rapid test.

“Di KBB yang ikut klaster Karawang ada sebelas orang anggota HIPMI. Namun baru sembilan orang yang rapid test. Semuanya negatif,” kata Hernawan.

Hernawan mengumumkan pasien positif terinfeksi virus corona di Bandung Barat saat ini ada empat pasien. Rinciannya, dua pasien asal Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong dinyatakan meninggal dunia, satu warga yang berkontak erat dengan pasien meninggal dan satu warga Batujajar.

Seluruh pasien yang dinyatakan positif itu berkaitan erat dengan klaster kegiatan keagamaan di Hotel Lembang Asri yang digelar pada 3 sampai 5 Maret lalu.

“Semua termasuk klaster Lembang. Saat ini kami masih identifikasi berapa jumlah pasti pesertanya dan siapa saja yang ikut kegiatan itu,” tandasnya. (mg6)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler