10 Tim Pastikan tak Akan Meninggalkan Kompetisi F1

Rabu, 19 Agustus 2020 – 23:26 WIB
Balapan F1. Foto: Formula 1

jpnn.com - Sepuluh tim telah menandatangani perjanjian "Concorde Agreement" dengan pemegang hak komersial, Liberty Media dan federasi otomotif internasional FIA.

Perjanjian itu mengikat komitmen kesepuluh tim tetap berkompetisi di Formula 1, untuk lima tahun ke depan dengan menjanjikan level persaingan lebih merata, dan pembagian keuntungan lebih adil.

BACA JUGA: Begini Format F1 Grand Prix Sirkuit Imola

"Kesepakatan ini akan mengamankan masa depan jangka panjang yang berkelanjutan dari Formula 1," demikian pernyataan FIA seperti dikutip Reuters, Rabu.

Uang hadiah menjadi salah satu pemasukan terbesar dari para tim, dan telah menjadi sumber perdebatan selama bertahun-tahun, karena para kompetitor utama meraih hadiah yang jauh lebih besar, ketimbang tim-tim kecil yang dimiliki perorangan.

BACA JUGA: Kecewa, Bottas Semakin Menjauh Dari Perebutan Juara F1

Ferrari selama ini menjadi tim dengan bayaran hadiah tertinggi di antara tim-tim lainnya, karena menyandang status bersejarah sebagai tim tertua.

Pengumuman itu sekaligus mengakhiri ketidakjelasan apakah semua tim akan lanjut berkompetisi, mengingat Haas, tim yang berasal dari Amerika Serikat, mempertimbangkan masa depannya setelah menjalani musim 2019 yang berat.

BACA JUGA: Tim Racing Point Didenda F1 Sebesar 400 Ribu Euro Gara-gara Hal Ini

Tiga tim paling tua dan tersukses di F1 - Ferrari, McLaren dan Williams - telah mengumumkan komitmen mereka.

Sementara itu, F1 telah memperkenalkan perombakan regulasi besar-besaran untuk tahun depan, yang bertujuan untuk membuat balapan lebih ketat dan memangkas kesenjangan finansial di antara tim kompetitor.

Pada 2021, batas anggaran setiap tim tidak boleh melebihi 145 juta dolar AS, dan bakal diturunkan ke 140 juta dolar pada 2022, dan 135 juta dolar untuk 2023-2025.

"Tahun ini belum pernah terjadi sebelumnya bagi kita semua dan kami bangga, jika Formula 1 telah bersatu dalam beberapa bulan terakhir untuk kembali membalap dengan cara yang aman," kata CEO F1 Chase Carey.

Tenggat penandatanganan kesepakatan itu sendiri sampai akhir Agustus nanti. (ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler