2 Bupati Ini Desak Jalur Puncak II Segera Dibangun, Semoga Menteri Basuki Mendengar

Sabtu, 18 September 2021 – 21:10 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin bersama Bupati Cianjur Herman Suherman.usai acara coffee morning di Puncak Pas, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/9). Foto: Antara

jpnn.com, KABUPATEN BOGOR - Kementerian yang dipimpin Basuki Hadimuljono didesak untuk segera membangun Jalur Puncak II sebagai solusi jangka panjang mengatasi kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut.

Tak tanggung-tanggung, desakan itu disampaikan dua bupati, yakni Bupati Bogor Ade Yasin dan Bupati Cianjur Herman Suherman.

BACA JUGA: Pantau Ganjil Genap di Puncak, Menhub Ingatkan Pesan Presiden soal Endemi

Keduanya bertemu bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dua daerah tersebut di Puncak Pas, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/9).

"Saya kira kita butuh solusi (penanganan kemacetan) yang lain, solusi yang kami selalu gaungkan. Hari ini Bupati Cianjur juga sangat ingin mendorong bahwa solusi untuk kemacetan Puncak adalah (pembangunan) Puncak II," tegas Ade Yasin.

BACA JUGA: Satgas Sebut Gerak Cepat Bisa Mengatasi Puncak Kedua Pandemi

Menurutnya, pemberlakuan rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjl-genap ataupun sistem satu arah hanya merupakan penanganan kepadatan volume kendaraan secara jangka pendek.

Ade Yasin mengaku telah melakukan berbagai cara untuk pembangunan jalur yang juga disebut Poros Tengah Timur (PTT), mulai dari mengajukannya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, tapi usaha tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

BACA JUGA: 3 Berita Artis Terheboh: Nikita Mirzani Berkeringat Sampai Puncak, Marlina Ketakutan

Pihaknya terpaksa melangkah perlahan dengan melakukan pembebasan lahan hingga pembukaan jalur.

Tahun lalu, Pemkab Bogor menggunakan anggaran daerah senilai Rp 5 miliar untuk melakukan pembukaan sebagian jalur dengan menggandeng TNI.

Dia menyebutkan, Pemkab Bogor tak sanggup untuk mendanai pekerjaan fisik pembangunan jalan sepanjang 48,7 kilometer yang ditaksir membutuhkan biaya sekitar Rp 5 triliun, yakni menghubungkan Sentul Bogor dengan Istana Cipanas di Cianjur.

"Kalau secara nasional memang angka segitu kecil, saya kira perkiraan Rp 5 triliun itu termasuk jembatan-jembatan yang melalui sungai, perkiraan segitu tuntas seluruhnya," terangnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan, aspirasi mengenai pembangunan Jalur Puncak II tersebut murni dari warga, untuk memudahkan akses ke daerah lain.

"Kami mengingatkan bapak-bapak di (pemerintah) pusat bawah ini aspirasi dari bawah. Kami benar merasakan, dari Jakarta mau ke Cianjur macet, dari Bandung Macet," keluh Herman.

Serupa dengan Pemkab Bogor, ia juga berinisiatif melakukan penataan kecil-kecilan di akses Jalan Puncak II yang masuk dalam wilayah Kabupaten Cianjur.

Dia menargetkan pembangunannya selesai di 2022.

"Saat ini kami sedang membaguskan jalur exiting, yang panjangnya 9,2 kilometer dan lebarnya 4-5 meter. Insya Allah tahun ini tersisa 2 kilometer lagi, tahun depan akan selesai," kata Bupati Herman. (mar1/jpnn)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler