2 Eks Anggota Pasukan Khusus Gagal Menjalankan Perintah, Tertangkap

Kamis, 07 Mei 2020 – 16:04 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbicara kepada wartawan saat konferensi pers di Caracas, Venezuela, (30/9/2019). Foto: REUTERS/Manaure Quintero/aa

jpnn.com, CARACAS - Seorang warga Amerika Serikat, Luke Denman, mengaku mendapat perintah menguasai bandara Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk diterbangkan ke AS.

Pengakuan Luke Denman ditayangkan stasiun televisi Venezuela pada Rabu (6/5).

BACA JUGA: Donald Trump Bandingkan Wabah Corona dengan Pearl Harbor dan 9/11, Sudah Siap Perang?

Pihak berwenang Venezuela pada Senin (4/5) membekuk Denman beserta satu warga AS lain, bernama Airan Berry, dan 11 "teroris" lainnya .

Maduro menyebutkan bahwa orang-orang itu sedang melancarkan gerakan yang ia sebut sebagai persekongkolan gagal, yang dikoordinasikan dengan Washington untuk memasuki wilayah Venezuela melalui perairan Karibia dan membawa misi untuk menggulingkannya dari kursi kepemimpinan.

BACA JUGA: Beda dengan Donald Trump, Jenderal Amerika Ini Ogah Sok Tahu soal Asal Virus Corona

"Donald Trump adalah pemimpin langsung invasi ini," kata Maduro dalam pernyataan melalui televisi setelah video Denman ditayangkan.

Presiden AS Donald Trump telah membantah terlibat.

BACA JUGA: Aa Gym: Cincin Berliannya di Mana, Bang Hotman?

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pada Rabu bahwa pemerintah AS akan menggunakan "semua cara" untuk mengupayakan pemulangan kedua warga AS itu, jika mereka ditahan di Venezuela.

Dalam pernyataan video dari sebuah lokasi yang tidak disebutkan, Denman (34 tahun) menjawab pertanyaan dari seseorang yang berbicara menggunakan Bahasa Inggris.

Saat menjawab pertanyaan, Denman mengatakan ia mengemban misi untuk mengendalikan bandara dan memastikan keamanan di wilayah sekitar.

Namun tidak jelas bagaimana ia dan timnya berencana membawa Maduro masuk pesawat.

"Saya sedang membantu rakyat Venezuela mendapatkan kembali hak untuk mengendalikan negara mereka," kata Denman dalam video.

Denman dan Berry adalah mantan anggota pasukan khusus yang pernah bekerja sama dengan Jordan Goudreau, seorang veteran militer Amerika yang mengepalai Silvercorp USA, perusahaan keamanan yang berpusat di Florida. (Reuters/antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler