2 Lembaga Pendidikan di Aceh Terima Bantuan 55 Unit Komputer dari BPKH

Sabtu, 22 Juli 2023 – 15:41 WIB
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyerahkan 55 unit laptop di dayah atau lembaga pendidikan Islam di Provinsi Aceh. Foto: dokumentasi BPKH

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mendukung peningkatan kualitas pendidikan di dayah atau lembaga pendidikan Islam di Provinsi Aceh.

BPKH menyalurkan 55 unit laptop serta perangkat laboratorium agar para santri yang menuntut ilmu di dayah bisa menggunakan teknologi digital serta siap menghadapi dunia kerja.

BACA JUGA: BPKH Sediakan Ribuan Kuota Arus Balik Gratis, Cek Syarat dan Daftarnya di Sini

Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf mengatakan pihaknya memberikan bantuan komputer atau laptop sebanyak 25 unit untuk Dayah Zuhratul ‘Aziziyah dan 35 unit untuk Dayah Asaasunnajah di Kabupaten Aceh Besar.

“Kami berharap adik-adik yang sekarang lagi nyantri, proses belajar mengajar bisa lebih efektif dan mereka bisa mengikuti tren perkembangan digital dalam dunia pendidikan,” ucap Amri dalam keterangannya, Sabtu (22/7).

BACA JUGA: BPKH Usulkan Formulasi Biaya Haji Berkeadilan dan Berkelanjutan

Amri menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan program kemaslahatan BPKH untuk mendukung penguatan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Bantuan ini diharapkan dapat lebih optimal dalam rangka meningkatkan kualitas belajar mengajar di dua dayah itu.

Apalagi, kata dia, laboratorium komputer tersebut juga akan memudahkan para santri apabila ada ujian praktikum terkait teknologi informasi dan komunikasi, atau bahkan dalam mengikuti ujian nasional berbasis komputer.

“Kami berharap bantuan ini bisa memotivasi dua dayah ini untuk bisa lebih berkembang dan lebih maju, dan menjadi model dalam proses belajar mengajar di lingkungan dayah di Aceh,” ujarnya.

Menurut Amri, saat ini semua lembaga pendidikan telah mengadopsi tren digitalisasi sebagai salah satu instrumen pendidikan, apalagi lembaga pendidikan umum, dan swasta yang memang sudah sangat akrab dengan teknologi digital.

Atas dasar itu, program pendidikan di lingkungan dayah di Aceh yang lahir dari swadaya masyarakat juga harus melakukan hal yang sama, dengan tidak lagi menerapkan belajar mengajar secara konvensional.

“Kita melihat Aceh ini unik, masyarakat cukup kuat religiusitasnya, maka program batuan komputer ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar,” tutur Amri. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler