2 Ormas Perang di Bekasi, 1 Orang Mati Disabet Senjata Tajam, Sempat Mencekam

Rabu, 01 September 2021 – 19:06 WIB
Bentrokan dua anggota ormas pendukung rektor di area Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/8). Foto: ANTARA/HO-Humas Polres Bekasi

jpnn.com, BEKASI - Dua organisasi masyarakat (ormas) terlibat bentrokan di Gedung Rektorat Universitas Krisnadwipayana (Unkris), di Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi pada Selasa (31/8) kemarin.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Suprijadi mengatakan dari dua ormas yang terlibat bentrok tersebut, petugas mengamankan sebanyak 15 orang.

BACA JUGA: Perintah Langsung Panglima, TNI AU Kerahkan Pesawat Hercules ke Papua Barat

"Kami sedang mendalami terkait peran mereka, siapa yang berbuat, serta pembuktiannya," katanya di Bekasi, Rabu.

Dia menjelaskan bentrokan dua ormas itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka-luka.

BACA JUGA: Jessica Iskandar Datangi Polresta Denpasar, Bikin Heboh, Ada Apa?

Korban yang meninggal dunia diduga terkena luka sabetan senjata tajam dari anggota ormas lainnya.

"Jadi saya kembali luruskan bukan bentrokan mahasiswa, tapi bentrokan ormas," ujarnya.

BACA JUGA: Pergerakan Jaksa R Dipantau Sejak dari Jakarta, Ditangkap di Hotel Semarang

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam berupa celurit hingga batu dari bentrokan kemarin.

Polisi kini masih menelusuri pelaku lain yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

"15 orang yang telah diamankan ini hingga kini masih berstatus sebagai terperiksa, nanti diinfokan kembali kalau sudah ada perkembangan kasusnya," katanya.

Bentrokan anggota dua ormas terjadi antara pendukung rektor baru Ayub Muktiono dengan pendukung rektor lama Abdul Rivai.

Rektor Unkris yang baru Ayub Muktiono memakai jasa keamanan LSM Satria Banten dengan jumlah massa sebanyak 70 orang, sedangkan Rektor Unkris lama Abdul Rivai membawa kelompok Ambon Macan berjumlah 100 orang.

Dalam bentrokan itu, anggota ormas yang mengalami luka yakni EW mengalami luka luka di bibir kiri atas sobek akibat lemparan batu, BD luka di telapak kanan sepanjang 10 sentimeter akibat sabetan benda tajam, dan M mengalami luka patah tangan kiri serta luka bacok pada tumit kiri, sementara satu korban meninggal dunia tanpa identitas.

Bentrokan itu juga menyebabkan sembilan unit sepeda motor mengalami rusak parah dan satu mobil Toyota Avanza mengalami pecah kaca bagian belakang akibat lemparan batu.

Saat ini kondisi di lokasi bentrok sudah aman, meski pada Selasa (31/8) sore hingga malam masih mencekam dan sempat dijaga aparat kepolisian.

Kejadian ini berawal saat massa dari LSM Satria Banten sedang makan siang di areal Kampus Unkris.

Tak lama berselang tiba-tiba datang kelompok massa dari Ambon Macan yang masuk ke dalam area kampus dan langsung menyerang hingga terjadi keributan.

Pukul 13.00 WIB, petugas berhasil mengamankan situasi di dalam Kampus Unkris, pada pukul 14.00 WIB kembali terjadi keributan di dalam area Kampus Unkris.

Kedua belah pihak saling serang menggunakan batu dan senjata tajam. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler