2 Pati TNI AD Ini Berpeluang Dipilih Jokowi Menggantikan KSAD Jenderal Andika 

Rabu, 10 November 2021 – 11:03 WIB
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Panglima TNI di Ruang Rapat Komisi I DPR, Jakarta, Sabtu (6/11). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak dua perwira tinggi (pati) TNI AD diprediksi berpeluang kuat dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa.

Posisi KSAD akan segera ditinggalkan Jenderal Andika yang telah mendapat persetujuan dari DPR RI untuk menjabat Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun. 

BACA JUGA: Presiden, Prabowo, Panglima, Seluruh Kepala Staf Hadir, Kecuali Jenderal Andika

Direktur Eksekutif Institute for Security & Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi memprediksi dua pati TNI AD berpeluang kuat dipilih Jokowi menjadi KSAD menggantikan Jenderal Andika Perkasa. Meski demikian, kata dia, semua pati TNI AD yang menyandang pangkat letnan jenderal punya peluang sama untuk dipilih oleh Presiden jadi KSAD.

"Soal regenerasi di tubuh TNI, dari belasan nama bintang tiga di TNI AD, baik yang bertugas di TNI mapun di luar itu sebenarnya tinggal dua nama yang paling berpeluang, dari sisi masa aktif, yakni Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman dan Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Eko Margiyono," kata Khairul Fahmi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (9/11). 

BACA JUGA: Perintah Tegas Jenderal Andika Terkait Penyalahgunaan Dana Inkopad

Fahmi menjelaskan Letjen TNI Dudung Abdurachman akan memasuki massa pensiun Desember 2023. Sementara, Letjen TNI Eko Margiyono akan memasuki masa pensiun pada 2025. 

Namun, ujar dia, secara kapabilitas, pengalaman, kekayaan pengalaman jabatan, keduanya setara dan layak serta berpeluang jadi kepala staf.

BACA JUGA: AHY Sebut Hal Penting Jadi Perhatian Jenderal Andika Saat Jabat Panglima TNI

"Tinggal kemudian bagaimana pilihan Presiden dan usulan dari panglima yang nantinya memengaruhi peluang-peluang itu," jelasnya. 

Pada kesempatan lain, pengamat militer Alman Helvas Ali meyakini seluruh pati TNI AD berpangkat letjen punya peluang yang sama untuk jadi KSAD.

Walaupun demikian, bursa pencalonan dan pemilihannya kemudian kemungkinan turut dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan yang bermuatan politis.

"Ada tarik-menarik kepentingan siapa yang akan menjadi Kasad. Pangkostrad bukan satu-satunya calon yang berpeluang jadi Kasad. Kasum TNI juga berpeluang, Wamenhan punya peluang, Wakasad punya peluang," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (9/11).

Alman memperkirakan Presiden Jokowi akan memilih KSAD yang dapat bekerja sama dengan dirinya dan Panglima TNI.

"Beliau (residen, red) biasanya menghendaki orang-orang yang pernah punya kerja sama dengan beliau pada satu masa," kata Alman.

Spekulasi dan prediksi mengenai pengganti KSAD mencuat ke publik setelah Jenderal TNI Andika Perkasa pada awal minggu ini mendapat persetujuan dari DPR RI untuk menjabat Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Jika merujuk pada peraturan perundang-undangan, maka pati yang dapat dipilih oleh presiden menduduki posisi KSAD merupakan mereka yang berpangkat letjen. 

Setidaknya, ada 17 pati TNI AD berpangkat letjen, sebanyak 16 di antaranya merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1986—1989 dan seorang perwira lulusan Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia (SEPA-PK TNI).

Pasal 14 UU TNI mengatur bahwa jabatan KSAD merupakan hak prerogatif presiden dengan mempertimbangkan usulan dari Panglima TNI. (antara/jpnn) 

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler