2 Santri Tenggelam di Sungai Wulan Kudus Ditemukan Meninggal Dunia

Minggu, 19 November 2023 – 12:24 WIB
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bersama tim gabungan mengantarkan korban tenggelam ke rumah duka. (ANTARA/HO.)

jpnn.com - KUDUS -  Dua korban yang tenggelam di Sungai Wulan, Desa Undaan Kidul, Kecamataan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus bersama tim gabungan, Sabtu (18/11).

Kasi Kedaruratan BPBD Kudus Munaji mengatakan kedua korban meninggal, yakni Egy Fairus (13) warga Desa Jenengan, Kecamatan Klambu, Grobogan, dan Muhamad Alif (13) warga Desa Glagah Waru, Kecamatan Undaan.

BACA JUGA: Santri Dukung Ganjar Gelar Pelatihan Budi Daya Sayur Hidroponik di Ponpes As-Salam

"Keduanya merupakan santri di pondok pesantren di Desa Undaan Kidul," kata Munaji di Kudus, Minggu (19/11).

Dia menjelaskan kronologi kejadian berawal ketika pada Sabtu (18/11) pukul 16.30 WIB, korban mandi di Sungai Wulan, Gang 10, Desa Undaan Kidul, bersama dua temannya, yakni Bactiar dan Wildan. Sekitar pukul 17.00 WIB, datanglah belasan teman-teman lainnya.

BACA JUGA: Santri Tenggelam di Sungai Cipanundan Cirebon Ditemukan Tak Bernyawa

Saat mandi di sungai, kata dia, seorang anak bernama Pandu Arya hendak tenggelam, kemudian ditolong oleh korban Egy Fairus.

Namun, nahas dia tidak bisa berenang sehingga tenggelam.

BACA JUGA: Santri Tenggelam di Sungai Semayo, Basarnas Jambi Terjunkan Tim SAR Bungo

"Mengetahui hal itu, temannya bernama Alif mencoba mengulurkan tangannya untuk menolong korban Egy. Namun, dia juga tidak bisa meraih tangannya (Egy), sehingga keduanya ikut tenggelam," ujarnya.

Sementara, korban selamat yang pertama kali tenggelam, yakni Pandu Arya berhasil menepi.

Teman lainnya masih berupaya menolong kedua korban tenggelam, tetapi belum berhasil.

Upaya pencarian bersama sejumlah pihak juga belum membuahkan hasil.

Kemudian, pada pukul 18.00 WIB, Tim BPBD Kudus bersama Tim SAR Gabungan tiba di lokasi.

Setelah dilakukan pencarian hingga delapan jam, kedua korban ditemukan di aliran sungai yang berjarak satu kilometer dari tempat mereka mandi. "Kedua korban diketemukan dalam satu lokasi dengan posisi bergandengan," ujarnya.

Hasil visum oleh dokter dari Puskesmas Undaan, kedua korban meninggal murni karena tenggelam dan tidak ditemukan luka-luka penganiayaan.

Pengantaran korban ke rumah duka dilakukan pada Minggu (19/11) dini hari.

Munaji mengajak semua pihak mencegah kasus serupa terjadi dengan melarang anak-anak bermain di aliran sungai, terutama saat musim hujan seperti sekarang. "Pemerintah desa dan warga memang sudah berupaya memberikan imbauan tidak mandi di sungai, terutama gang-gang dan tepi jalan masuk ke Sungai Wulan," ujarnya.  (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler