24 Tahun Mencari, Sopir Taksi Temukan Anaknya yang Hilang

Kamis, 05 April 2018 – 08:17 WIB
Ayah temukan anaknya setelah hilang 24 tahun. Foto: Facebook/People's Daily China

jpnn.com, BEIJING - Wang Mingqing dan istrinya, Liu Chengying, duduk dengan gelisah. Selasa (3/4) itu adalah hari yang luar biasa istimewa bagi mereka. Pasangan tersebut akan bertemu langsung dengan Qifeng, putri mereka yang hilang selama 24 tahun.

Qifeng kini telah berganti nama menjadi Kang Ying. Wang sengaja membuat dumpling manis yang merupakan simbol penyatuan kembali untuk menyambut putrinya.

BACA JUGA: Murid SD Ini Hilang setelah Pulang Sekolah

Pasangan itu menunggu di rumah mereka yang terletak di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Putra dan putrinya yang lain menjemput Kang di bandara.

Begitu rombongan tersebut tiba, tangis semua orang langsung pecah. Liu berlari keluar rumah dan menghambur ke pelukan putrinya. Sementara itu, Wang harus berkutat menyingkirkan para jurnalis untuk bisa memeluk sang putri yang telah lama hilang tersebut.

BACA JUGA: Bocah SD Hilang Saat ke Pasar

”Saya punya ibu. Seluruh dunia mengatakan saya tak memiliki ibu, tapi ternyata saya punya,” ujar Kang sambil terisak.

Pertemuan mereka diabadikan dan disiarkan secara langsung oleh berbagai televisi nasional. Beberapa bahkan sengaja mengikuti Kang sejak keluar rumah hingga tiba di kediaman orang tuanya.

BACA JUGA: Tolong Bantu Cari, Amanda Sudah Menghilang Empat Hari

Hampir semua penduduk Tiongkok merasa penasaran dengan Kang sejak kisah pencarian oleh orang tuanya dimuat media.

South China Morning Post mengungkap bahwa Kang hilang pada 8 Januari 1994 saat masih berusia 3 tahun. Saat itu, ada seseorang yang membeli buah dagangan Wang dan Liu.

Wang pergi ke toko sebelah untuk menukar uang sebagai kembalian dan Liu melayani pembeli. Begitu pembelinya pergi, Kang sudah tidak ada. Mereka mencari ke berbagai penjuru kota, tapi bocah itu tak kunjung ditemukan.

Pasangan tersebut melapor ke polisi, mencari ke organisasi kesejahteraan anak, membuat pengumuman di berbagai media, dan segala usaha lainnya.

Semua usaha dilakukan, tapi Kang kecil tak pernah muncul. Karena tak memiliki foto Kang yang beranjak dewasa, Wang memakai foto putrinya yang lain untuk dicetak di lembar informasi orang hilang. Dia yakin mereka berdua mirip.

Sejak 2015, Wang beralih profesi sebagai sopir taksi. Di jendela taksinya ditempelkan info soal putrinya yang hilang. Dia juga membagikan kartu nama kepada setiap penumpang dengan harapan jika mereka sampai ketemu Kang, Wang bisa langsung diberi tahu.

”Saya tidak bisa mengungkapkan berapa besar harapan, kekecewaan, dan keputusasaan yang kami lalui selama 24 tahun ini,” terang Wang.

Polisi beberapa kali menemukan gadis yang mirip. Tapi, setelah dilakukan tes DNA, ternyata mereka bukanlah putri yang dicari Wang. Beberapa media akhirnya menuliskan kisah pencarian Wang.

Pada 2017, seorang pembuat sketsa wajah membantu dengan membuat sketsa tentang perkiraan Kang saat dewasa. Kang akhirnya membaca berita tersebut dan melihat bahwa sketsa wajah itu mirip dengannya. Ciri-ciri yang disebutkan juga mirip. Yaitu, terdapat bekas luka di dahi dan cenderung muntah saat menangis.

Dia lantas memberanikan diri untuk menghubungi Wang lewat pesan singkat. Mereka akhirnya melakukan panggilan video dan tampak Kang mirip dengan Liu. Hasil tes DNA yang keluar 1 April lalu menjadi penentu. Wang dan Kang 99 persen ayah dan anak.

Kepada media, Kang menyatakan bahwa dirinya hanya ingat samar-samar tentang masa kecilnya. Kang yakin tidak diculik.

Dia diadopsi oleh pria bujangan yang tinggal di dekat Desa Ziyang, Provinsi Sichuan. Jarak rumah ayah adopsinya dengan rumah Wang hanya sekitar 20 kilometer.

Pria tersebut meninggal saat dia berusia 10 tahun. Setelah itu, dia dirawat oleh kerabat ayah angkatnya. (sha/c6/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tolong Bantu Cari, Remaja Putri Ini Hilang Sejak Idulfitri


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler