3 Bocah yang Ibu dan Ayahnya Positif Corona Ini Bernasib Sangat Malang

Senin, 06 April 2020 – 18:12 WIB
Ilutrasi petugas medis yang menangani COVID-19. Foto: REUTERS/SERGIO PEREZ

jpnn.com, BANDUNG BARAT - Tiga anak asal Desa Batujajar, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat bernasib malang lantaran orang tua mereka tertulari virus corona.

Mereka harus menginap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin untuk menunggu ibunya sembuh dari COVID-19.

BACA JUGA: Tiga Ribu Pasien Virus Corona di Amerika Bakal Jadi Kelinci Percobaan untuk Obat Ini

Di rumah sakit itu, bukan hanya ibunya yang dirawat, tetapi juga nenek mereka. Sementara ayah mereka sudah dipindahkan ke RS Hasan Sadikin lantaran kondisinya lebih parah ketimbang ibu dan nenek mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Hernawan, mengatakan, anak-anak itu terpaksa menginap di rumah sakit karena mereka sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.

BACA JUGA: Update Corona 6 April, Ada 2 Rekor Hari Ini

Kerabat dan tetangga di sekitar kediaman korban merasa ketakutan dan khawatir jika harus mengurus ketiganya.

Dengan pertimbangan sosial dan medis, akhirnya ketiga anak yang berusia 12 tahun, tujuh tahun dan empat tahun itu dibawa ke rumah sakit untuk dirawat dan juga melakukan isolasi.

BACA JUGA: Suami Cerewet Saat Tahu Fatria jadi Kepala Perawat Khusus Pasien Corona

“Pertimbangannya selain sosial karena mereka tidak ada yang mau merawat, tetapi juga medis. Memang kami sudah telusuri saudara dan warga, memang mengaku takut terpapar corona juga, Akhirnya dibawa ke rumah sakit,” ujar Hernawan seperti dikutip dari Jabar Ekspres, Senin (6/4).

Dia menuturkan, ketiga anak itu sudah menjalani rapid test. Hasilnya, si bungsu ternyata dinyatakan positif corona.

“Jadi alasan lain mereka dirawat di rumah sakit, karena mereka sudah kontak dengan orang tua yang positif. Terbukti, hasilnya anak paling kecil positif corona juga,” terangnya.

Untuk memastikan kondisi si bungsu dan ibunya yang masih berstatus PDP, keduanya sudah melakukan swab test dan tinggal menunggu hasilnya keluar.

“Agar lebih pasti lagi, harus berdasarkan hasil swab test. Sekarang kami sedang tunggu hasilnya. Untuk neneknya positif corona virus, tetapi sekarang kondisinya sudah membaik, sesak nafasnya mulai berkurang,” jelasnya.

Soal kekhawatiran berlebih yang dirasakan warga, Hernawan mengaku hal tersebut kemungkinan juga akibat tidak masifnya sosialisasi dan edukasi yang disampaikan pada masyarakat.

“Wajar masyarakat takut merawat keluarga PDP bahkan yang positif namun isolasi di rumah, tetapi tidak sampai menelantar juga seharusnya. Mungkin edukasi dan sosialisasi tidak sampai ke masyarakat,” tandasnya. (mg6/yan)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler