3 Investasi Tepat bagi Generasi Milenial

Minggu, 26 Januari 2020 – 04:12 WIB
Ilustrasi emas. Foto : Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan, banyak faktor yang memengaruhi generasi milenial untuk mulai berinvestasi.

“Pertimbangan paling utama biasanya adalah modal yang tidak besar serta kemudahan akses melalui platform yang mereka pakai sehari-hari,” kata dia, Sabtu (25/1).

BACA JUGA: Kepala BKPM Undang Jumeirah Investasi di Tiga Destinasi Wisata Indonesia

Nah, Grant Thornton Indonesia merangkum tiga investasi yang tahun ini diperkirakan akan makin populer, termasuk di kalangan generasi milenial. Berikut ini ulasannya:

Peer to Peer Lending

BACA JUGA: Investasi China di Indonesi Meroket, Defisit Perdagangan Melebar

P2P Lending menjadi pilihan investasi yang sangat diminati oleh masyarakat, termasuk milienial.

Jika dibandingkan dengan deposito berjangka atau reksa dana, tingkat pengembaliannya bisa mencapai dua kali lipat atau lebih.

Jika terjadi default, risikonya juga akan lebih rendah dengan pengembalian dalam kurun waktu sebulan.

P2P Lending memiliki diversifikasi yang bagus. Selain itu, tidak ada pula komitmen jangka panjang.

Gencarnya penyelenggara P2P Lending untuk mengedukasi pasar dengan menjual kemudahan seperti mudah diakses di mana pun, baik via mobile apps maupun website akan semakin menarik bagi milenial.

Equity Crowdfunding

Dengan meroketnya popularitas fintech saat ini, investasi crowdfunding telah menjadi alternatif untuk menghimpun dana tanpa perlu IPO. Meskipun terlihat sama dengan konsep investasi yang sudah ada, hal tersebut hanya dilakukan terhadap emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara yang butuh pendanaan bukan hanya perusahaan yang sudah IPO. Equity Crowdfunding menjadi solusi bagi milenial untuk membantu milenial lainnya ataupun UMKM yang sedang merintis usaha kecil dan ritel yang cukup lekat dengan industri kreatif untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi agar tumbuh lebih cepat.

Emas

Beberapa orang berpikir emas adalah investasi yang konvensional. Namun, investasi ini cukup menunjukkan kenaikan signifkan dan diprediksi meningkat terus pada 2020.

Sama halnya dengan P2P Lending, nilai emas juga tidak mudah naik-turun dan tahan terhadap fluktuasi inflasi serta minim risiko.

Selain itu kini dengan hadirnya layanan menyicil maupun menabung emas mulai dari 1 gram di beberapa e-commerce yang menjadi digital touchpoint sehari-hari kaum milenial semakin memudahkan melatih investasi sejak dini.

Melalui teknologi, milenial pun dapat memantau harga emas di pasaran saat ini melalui mobile apps. Peredaran emas pun sudah sangat mudah sekali dijangkau.

“Milenial perlu berpegang pada prinsip bahwa tidak ada yang instan dalam berinvestasi, memahami betul investasi apa yang paling cocok dengan karakter mereka, selalu mempelajari risiko dan mengecek legalitas perusahaan yang akan menjadi tempat mereka berinvestasi,” pungkas Johanna. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler