3 Kali Digoyang Mosi Tidak Percaya, PM Thailand Terus Permalukan Oposisi

Sabtu, 04 September 2021 – 22:49 WIB
Partai pendukung PM Thailand Prayuth Chan-ocha meraih suara terbanyak dalam pemilu yang digelar pekan lalu. Foto: Reuters

jpnn.com, BANGKOK - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha dan lima menteri kabinet lolos dengan mudah dari voting mosi tidak percaya di parlemen pada Sabtu ketika para aktivis berencana melakukan lebih banyak aksi protes terhadap pemerintah.

Prayuth menerima 264 suara mendukung dan 208 menentang. Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul dan empat menteri kabinet lainnya juga selamat dari mosi penolakan dengan cara yang sama.

BACA JUGA: Pemerintah Kewalahan Atasi Varian Delta, Relawan di Thailand Mengatakan Keadaan Masih Akan Memburuk

Pihak oposisi membutuhkan 242 dari 482 suara parlemen untuk menggulingkan perdana menteri.

Prayuth mengatakan dia tetap percaya diri setelah pemungutan suara.

BACA JUGA: Honda Civic 2021 Mendarat di Thailand, Harganya Mulai Rp400 Jutaan

Anggota parlemen selama empat hari menuduh pemerintahnya salah menangani pandemi.

Mereka mengkritiknya atas dampak ekonomi yang parah, membidik upaya vaksinasi pemerintah yang lambat karena tidak memesan vaksin terlebih dahulu dan memutuskan untuk tidak bergabung dengan skema pasokan vaksin internasional COVAX.

BACA JUGA: Ssttt, Jennifer Eve Pesinetron Naluri Hati Sering Dikira Orang Thailand

Prayuth telah membela keputusan pemerintahnya itu.

Ini adalah mosi penolakan ketiga yang dilewati dengan selamat oleh pemerintah. Mosi tersebut diajukan oposisi di parlemen ketika pengunjuk rasa pro demokrasi merencanakan lebih banyak demonstrasi pada Sabtu.

Unjuk rasa baru-baru ini berubah menjadi kekerasan. Pasukan keamanan menggunakan air mata gas, meriam air dan peluru karet menghadapi pengunjuk rasa yang melemparkan batu dan petasan.

Thailand telah melaporkan lebih dari 1,2 juta infeksi dan lebih dari 12.000 kematian terkait virus corona, kebanyakan disebabkan oleh varian Delta sejak April.

Pihak berwenang melaporkan rekor penambahan dalam sehari dengan lebih dari 23.000 kasus pada pertengahan Agustus.

Peluncuran vaksin dimulai pada Juni di tengah wabah paling parah di negara itu, ketika masyarakat sulit mendapatkan perawatan medis dan sebagian meninggal di rumah. Sekitar 13% dari 66 juta lebih penduduk Thailand telah divaksin lengkap.

Pemerintah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi 2021 untuk ketiga kalinya, menjadi 0,7%-1,2% dari 1,5%-2,5%. Ekonomi Thailand menyusut 6,1% tahun lalu. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler