3.000 KK Terdampak Banjir Akibat Luapan Sungai Blega Bangkalan

Senin, 09 Januari 2023 – 07:20 WIB
Salah satu rumah warga terdampak banjir di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Ahad (8/1/2023). (FOTO ANTARA/HO-BPBD Bangkalan)

jpnn.com - BANGKALAN - Sekitar 3.000 kepala keluarga terdampak banjir akibat luapan air Sungai Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (8/1).

"Data korban banjir ini sesuai dengan laporan yang disampaikan tim gabungan yang bertugas di lapangan hingga malam ini," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bangkalan Geger Hery Susianto di Bangkalan, Minggu (8/1).

BACA JUGA: Ahmad Muzani Serahkan Bantuan Gerindra untuk Korban Banjir di Jateng

Menurut dia, banjir karena luapan Sungai Blega itu disebabkan tingginya curah hujan di kecamatan tetangga, seperti Kecamatan Geger, Konang, dan Kecamatan Geger.

"Yang jelas, banjir kiriman kali ini lebih besar dari banjir yang terjadi pada Malam Tahun Baru 2023 yang juga menggenangi Kecamatan Blega kala itu," ungkap dia.

BACA JUGA: Jumlah Pengungsi Akibat Banjir di Kudus Terus Bertambah

Geger mengatakan saat itu kepala keluarga terdampak banjir di Kecamatan Blega sebanyak 2.479.

Lalu, lahan pertanian milik warga 58 hektare, lahan tambak 200 hektare juga tergenang banjir.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Festival Banjir Artis, Ada Dewi Perssik Hingga Souljah

Termasuk sejumlah area perkantoran di Kecamatan Blega, seperti kantor kecamatan, dan kantor Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Blega.

Sementara, pada banjir kali ini, sejumlah perkantoran tergenang banjir meliputi, Puskesmas Blega, Bank Jatim, BRI, BTN, dan kantor pegadaian.

Sejumlah lembaga pendidikan juga tergenang, seperti SMP Negeri 1 Blega, MA Abrowiyah, SMP Al Hamidiyah, SMA Al Jadid, MI, ponpes, SD Negeri 1, 2, 3, 4, dan 6.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemkab Bangkalan untuk pendistribusian bantuan tanggap darurat bagi para korban banjir di Kecamatan Blega, Bangkalan.

"Bantuan yang telah kami distribusi berupa nasi bungkus dan hingga malam ini pendistribusian masih berlangsung," pungkas Geger Hery Susianto. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler