31 Aparat Terluka Saat Amankan Demo Rusuh Tolak RUU Cipta Kerja, Masih Dirawat

Sabtu, 10 Oktober 2020 – 13:49 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan komisioner Kompolnas Irjen (purn) Pudji Hartanto membesuk anggota Polri yang dirawat di RS Polri. Foto: Dok Humas Polri

jpnn.com, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana bersama dengan komisioner Kompolnas Irjen (purn) Pudji Hartanto membesuk sejumlah anggota Polri yang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/10).

Anggota Polri itu dirawat karena terluka saat mengamankan aksi demo penolakan RUU Cipta Kerja yang berujung rusuh pada Kamis 8 November lalu.

BACA JUGA: Ambulans Bergambar Habib Rizieq Dicurigai Polisi Saat Demo Rusuh, FPI: Kurang Kerjaan!

“Di rumah sakit ini ada 28 anggota Polri dan tiga orang TNI. Total 31 yang dirawat,” ujar Nana Sudjana di RS Polri.

Nana mengatakan, mayoritas aparat yang terluka akibat terkena lemparan batu dari oknum yang terlibat anarkistis.

BACA JUGA: Bu Risma: yang Senang Teman-teman Bonek

Selain aparat, tim medis RS Polri juga merawat merawat 30 warga sipil yang juga terluka dalam kejadian itu. Sebanyak empat orang di antaranya mulai membaik.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, pada pelaksanaan unjuk rasa kemarin, aparat sudah diminta untuk mengedepankan upaya humanis dan persuasif terhadap peserta aksi.

BACA JUGA: Mereka Bawa Senjata Tajam, Menyusup ke Pedemo, Nih Penampakannya

"Dari Mabes Polri sudah sampaikan aksi damai itu, tapi kemudian terjadi pelemparan-pelemparan oleh kelompok yang kami tahu mereka ada buruh, mahasiswa, pelajar dan ada anak-anak muda," katanya.

Saat izin menggelar unjuk rasa telah berakhir, polisi pun berupaya membubarkan massa melalui pemberitahuan dan komunikasi persuasif.

"Tapi tidak digubris, kemudian ada perusakan fasilitas umum yang dibakar para pengunjuk rasa," katanya.

Sementara itu, Pudji Hartanto selaku komisioner Kompolnas mengatakan, kehadiran dia bersama kapolda ke rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada anggota yang terluka.

“Perlu suatu kepedulian untuk membangun empati supaya anggota di lapangan bisa terus melakukan tugas lebih baik, sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan baik dari anggota Polri maupun masyarakat,” kata Pudji. (cuy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler