4 Pabrik Baru Tambah Pasokan Terigu Lokal

Kamis, 21 Maret 2013 – 08:07 WIB
JAKARTA--Industri terigu mulai bergairah paska penetapan bea masuk 20 persen tepung gandum oleh Kementerian Keuangan. Tahun ini ada empat produsen baru yang siap menambah produksi terigu lokal hingga 13 persen.

Direktur eksekutif Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Nasional (Aptindo) Ratna Sari Lompies menerangkan,  pengenaaan biaya masuk membuat kebutuhan tepung lokal terkerek. Itu mendorong perusahaan yang sudah eksisting meningkatkan kapasitas produksi dan datangnya pemain-pemain baru.

"Tahun lalu banyak industri lokal yang berhenti beroprasi, tapi tahun ini mulai bangkit lagi," katanya saat dihubungi Jawa Pos, Rabu (20/3). Itu disebabkan tahun lalu industri tepung lokal tergencet dengan tepung impor yang harganya lebih murah.

Empat pemain baru itu yakni PT Crown Flour Mills di Gresik, dan PT Agrofood Makmur Mandiri di Mojokerto, PT Sarana Prima Makmur di Banjarmasin, dan PT Crown Flour Mills di Tangerang.  Rencananya pabrik-pabrik itu mulai beroperasi tahun ini.

Sedangkan pemain lama yang bakal meningkatkan kapasitasnya yaitu PT Sriboga Flour Mill. Perusahaan itu bakal menambah kapasitas menjadi 2500 ton per hari. Tahun lalu kapasitas pabrik perusahaan yang ada di Semarang itu hanya 1900 ton per hari.

Pabrik-pabrik tersebut bakal meningkatkan kapasitas produksi tepung lokal sekitar 1,2 juta ton dengan kapasitas terpakai 60 persen. Aptindo mencatat, saat ini kapasitas pabrik terigu nasional mencapai 7 juta ton per tahun. Kapasitas terpakai baru 47 persennya atau sekitar 3,6 juta ton per tahun.

"Penerapan bea masuk itu merupakan angin segar bagi industri tepung lokal baik skala besar hingga kecil," terangnya. Tahun lalu impor tepung turun sekitar 14 persen, tahun ini ia memprediksi bakal turun 20 persen.

Ratna menambahkan, industri tepung di Indonesia masih terbuka lebar. Tumbuhnya industri makanan olahan seperti biskuit, roti, dan mi instan mendorong tingkat kebutuhan tepung semakin besar. Tahun lalu kebutuhan tepung nasional mencapai 5,5 juta ton. "Tahun ini akan meninkat 10 persen," ujarnya. (uma)

BACA ARTIKEL LAINNYA... UU Koperasi Dianggap Salahi Konstitusi

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler