5 Alasan Anda Sebaiknya Tidak Menjalin Hubungan Asmara dengan Teman Sekantor

Senin, 14 Agustus 2023 – 02:00 WIB
Pasangan. Foto : Ricardo/JPNN com

jpnn.com, JAKARTA - SETIAP orang pasti tidak pernah menduga dengan siapa mereka akan jatuh cinta.

Namun, salah satu hal yang sebaiknya Anda hindari adalah menjalin hubungan asmara dengan teman sekantor.

BACA JUGA: 7 Tanda Wanita Setia Saat Menjalin Hubungan Asmara

Romantisme di tempat kerja bisa terdengar menyenangkan karena Anda akan bertemu dengan pujaan hati setiap hari di kantor.

Namun, tahukah Anda bahwa kerugiannya lebih besar daripada manfaatnya?

BACA JUGA: Lebih Nyaman Selingkuh Teman Sekantor

Romansa kantor tidak semuanya seperti pelangi dan sinar matahari.

Ada beberapa hal yang tidak akan pernah bisa Anda dapatkan kembali begitu kamu terjerat dalam romansa kantor, dan itu mengacaukan segalanya bagi Anda.

BACA JUGA: 5 Jenis Pengorbanan yang Harus Anda Lakukan Saat Menjalin Hubungan Asmara

Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip laman Pulse.ng.

1. Bisa memengaruhi kinerja Anda

Berada di kantor yang sama dengan orang tersebut akan berdampak pada kinerja Anda.

Alih-alih sepenuhnya fokus pada pekerjaan, dia akan memenuhi pikiran Anda karena kedekatan kamu dan dia.

Setelah Anda dan teman sekantor putus, situasinya memburuk. Anda akan merasa cemberut, sedih, dan patah hati, dan orang tersebut akan selalu mengingatkan rasa sakit itu.

Di sisi yang tidak terlalu cerah, Anda mungkin dipecat karena tidak bisa menangani pekerjaan dan patah hati.

2. Ada desas-desus dan gosip yang tak terhindarkan

Romansa di tempat kerja tidak pernah tinggal di antara dua orang.

Orang akan selalu bergosip. Begitu kata itu keluar, semua mata akantertuju pada Anda dan orang yang kamu pacari.

Setiap orang akan memiliki pendapat tentang kehidupan cinta Anda.

Gosip terus-menerus dari rekan kerja Anda mungkin terlalu berat untuk ditangani, yang pada gilirannya akan memengaruhi hubungan Anda dan dia.

Lebih buruk lagi, jika Anda berkencan dengan atasan atau senior di tempat kerja, rekan kerja kamu bisa menjadi sangat iri dengan tunjangan yang Anda dapatkan atau pilih kasih yang mungkin kamu terima.

Jangan berasumsi bahwa Anda dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik dan berpikiran terbuka yang tidak akan mengganggu.

3. Sering kali, perasaan Anda hanyalah nafsu murni

Sangat umum untuk merasa tertarik secara fisik kepada orang-orang dalam profesi yang sama dengan minat yang sama.

Anda mungkin menemukan topik umum untuk dibicarakan atau mengembangkan chemistry tertentu, tetapi dalam banyak kasus, itu hanya ketertarikan fisik, tidak lebih.

4. Jika tidak berhasil, Anda akan melihat mantan Anda setiap hari

Putus adalah yang terburuk dari semuanya. Ketika hubungan berakhir, Anda menemukan diri sendiri dalam kesulitan.

Anda harus melihat mantan pasangan setiap hari, dikelilingi oleh rekan kerja yang mengetahui riwayat kencan kalian berdua. Ini akan terasa sangat canggung dan tidak nyaman.

Selain itu, jika Anda bukan orang yang memutuskan hubungan kalian berdua, butuh waktu untuk move on.

Anda akan melihat dan merindukan dia setiap hari, yang membuat kamu semakin sulit untuk melupakannya.

Untuk memperumit masalah, jika mantan Anda menjalin hubungan lain dengan seseorang dari kantor yang sama, kekhawatiran kamu berlipat tiga. Itu menjadi lebih buruk.

Jika Anda adalah orang yang mengakhiri hubungan, dan mantan kamu adalah senior di tempat kerja, bersiaplah untuk berada di tempat yang sangat tidak nyaman karena dia akan melampiaskan rasa frustrasinya kepada kamu secara profesional.

Dalam kasus ekstrim, dia bahkan bisa mendorong Anda untuk mempertimbangkan mengundurkan diri.

5. Bisa terjadi perselisihan di kantor

Setelah putus cinta di kantor, orang sering memihak. Akan ada orang yang mendukung pihak lain, yang bisa menyebabkan kedengkian yang tidak beralasan dan bahkan mengganggu alur kerja.

Bayangkan, kamu perlu mengumpulkan dokumen dari Tuan A atau Nyonya B, tetapi karena Anda merasa tidak nyaman dengan perpisahan itu, kamu melewatkan bagian pekerjaan itu atau meminta orang lain untuk berbicara dengan dia atas nama Anda.

Mengganggu, bukan? Bahkan teman kantor terdekat mereka mungkin berpikir dua kali sebelum berbicara dengan Anda, menambah stres.
Lambat laun, seluruh lingkungan kantor menjadi bermusuhan. Itu tidak pernah berakhir dengan baik.(fny/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler