6 Penyakit ini Harus Diwaspadai Calon Jemaah Haji

Selasa, 09 Juli 2019 – 11:20 WIB
Jemaah Haji Indonesia. ILUSTRASI. Foto: Jawa Pos

jpnn.com - Ibadah haji yang lancar perlu didukung kesehatan tubuh yang baik. Suhu udara yang panas antara 45-50 derajat Celsius di Mekah dan Madinah pasti akan sangat berpengaruh kepada kesehatan jemaah calon haji. Karena itu, kesehatan mereka sebaiknya sudah harus dijaga sebelum keberangkatan, saat di Tanah Suci, dan saat kembali ke Indonesia.

Setidaknya, ada dua kelompok penyakit yang rentan diderita jemaah haji, yaitu penyakit yang sudah dibawa dari Indonesia dan penyakit yang diderita saat berada di Tanah Suci.

BACA JUGA: Angkasa Pura II Layani Penerbangan Haji di 5 Bandara Embarkasi

Berikut beberapa penyakit yang harus diwaspadai jemaah calon haji:

1. Hipertensi

BACA JUGA: Jemaah Calon Haji Indonesia Bingung Aktifkan Paket Internet di Jeddah

Penyakit hipertensi bisa merupakan penyakit yang sudah dibawa sejak masih di Tanah Air atau dapat diderita calon haji saat perjalanan menuju Tanah Suci. Faktor pemicunya bisa beragam, antara lain kelelahan dan kurang istirahat.

2. Serangan jantung

BACA JUGA: Seorang Calon Haji Asal Sukoharjo Meninggal di Pesawat

Penyakit ini sering muncul pada jemaah haji yang memang sudah menderita penyakit jantung di Tanah Air dan selama berada di Mekah memaksakan diri melakukan aktivitas melampaui batas yang dianjurkan dokter. Akibatnya, jemaah menjadi kelelahan. Selain itu, serangan jantung juga dapat muncul karena tidak rutin mengonsumsi obat.  

3. MERS-CoV

MERS (Middle East Respiratory Syndrome – Corona Virus) adalah penyakit infeksi virus yang menyerang saluran napas bawah. Penyakit ini termasuk kategori penyakit menular dan jenis virusnya yang bersifat zoonosis. Artinya, seseorang dapat terinfeksi virus ini melalui kontak langsung maupun tak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Gejala MERS serupa dengan gejala infeksi paru, yaitu demam, batuk, dan sesak napas. Selain itu, gejala lain yang dapat muncul adalah nyeri sendi, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan diare.

4. Heatstroke

Cuaca panas yang ekstrem dan berbeda suhunya dengan Indonesia dapat berisiko menimbulkan heatstroke. Heatstroke adalah kondisi di mana darah tidak dapat mengalir sampai ke kepala lantaran tubuh tak mampu menoleransi paparan suhu panas dari sengatan matahari. Heatstroke pada lansia sangat berisiko tinggi dan apabila tidak ditangani dengan cepat akan menimbulkan kematian.

5. Penyakit kolera  

Penyakit infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri vibrio Kolera ini menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejala yang akan terjadi adalah feses berwarna seperti air cucian beras, dan BAB encer lebih dari tiga kali sehari.

6. Gangguan saluran pernapasan

Gangguan pernapasan akan sering terjadi karena faktor udara dan banyaknya orang yang menjalankan ibadah haji membuat penularan kuman akan mudah terjadi. Masalah saluran pernapasan yang sering terjadi adalah asma, bronkitis, dan pneumonia.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Group Siap Layani Calon Jemaah Haji 2019

Tips tetap sehat jemaah calon haji 

Agar beberapa gangguan penyakit di atas tidak mengganggu kekhusyukan ibadah haji Anda, ada beberapa tips yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Menyiapkan obat rutin yang biasa digunakan selama berada di Tanah Air.
  • Rutin menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah buang air besar, dan setelah menggunakan sanitasi umum.
  • Untuk menghindari heatstroke, lindungi diri dari sengatan langsung sinar matahari dengan cara menggunakan spray air, memakai payung, atau topi.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan konsumsi air putih cukup sebanyak 1,5 hingga 2 liter per hari.
  • Istirahat yang cukup selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
  • Kurangi aktivitas di udara terbuka terlalu lama.
  • Hindari minuman berkafein atau bersoda karena dapat memperberat dehidrasi.
  • Segera lapor petugas kesehatan jika merasa tidak enak badan.

Perubahan iklim dan lingkungan yang drastis memang rentan membuat tubuh “kaget” sehingga memicu timbulnya beragam penyakit. Karena itu, para calon haji harus mempersiapkan fisik sebaik mungkin sebelum berangkat.

Jemaah calon haji yang memiliki riwayat sakit juga wajib membekali diri dengan obat, vitamin, serta alat pelindung diri lainnya. Dengan persiapan fisik yang matang, ibadah haji akan lebih lancar serta kembali ke Indonesia dengan sehat dan selamat.(HNS/RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sebanyak 2.731 Calon Haji Asal Kota Bekasi Siap Berangkat


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler