70 Pelajar SMA Ambon Keracunan Makanan

Jumat, 18 November 2022 – 21:30 WIB
Kapolsek Baguala, AKP Meity Jacobus mengatakan tersisa 34 dari 74 siswa-siswi SMA unggulan Siwalima Ambon yang mengalami keracunan massal masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit. (18/11) (ANTARA/daniel/)

jpnn.com, AMBON - Diduga keracunan makanan, 70 pelajar SMA Siwalima Ambon harus mendapat penanganan medis.

Saat ini tersisa 34 pelajar yang menjalani perawatan medis secara intensif di sejumlah rumah sakit.

BACA JUGA: Pengakuan Irjen Teddy Minahasa soal Perintah Tukar Sabu-Sabu dengan Tawas, Duhhhh

"Saat ini tersisa 34 pelajar yang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit," kata Kapolsek Baguala AKP Meity Jacobus di Ambon, Jumat malam.

Dari keterangan salah seorang pelajar, Prety Masella, pada Kamis (17/11) sekitar pukul 13:00 WIT mengikuti makan siang bersama seluruh pelajar dengan menu ikan goreng dan sayur bayam.

BACA JUGA: Menguak Misteri Kematian Satu keluarga di Kalideres, 2 Perempuan Diperiksa

Siswi kelas 11 ini mengaku sudah mulai merasakan kondisi tubuhnya menjadi lemas dan rasanya mau muntah menjelang malam hari.

Kemudian sekitar pukul 20.00 WIT, yang bersangkutan makan malam bersama dengan menu sop kacang hijau dan telur dadar.

BACA JUGA: Kronologi Calon Taruna Akpol Babak Belur Diduga Dianiaya Anak Petinggi Polri, Sadis

Namun, pada saat menikmati makan malamnya, Prety langsung mengalami kepala pusing dan mual-mual, namun Prety masih tetap memaksakan diri untuk mengikuti kegiatan belajar malam.

Pada Jumat (18/11) pagi sekitar pukul 08.00 WIT, korban mengalami sakit perut dan mual, kepala pusing disertai lemas yang mengakibatkan penurunan kesadaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Insun Sangadji mengatakan pihaknya bergerak cepat menyikapi kasus keracunan massal pelajar ini dengan mengirimkan tenaga kesehatan ke SMA Siwalima Ambon.

"Sampel makanan sementara diteliti di laboratorium, sehingga kami menunggu hasil pemeriksaan Balai POM Ambon untuk mengetahui penyebabnya," ujarnya.

Dinas Dikbud provinsi juga akan melakukan pembinaan terhadap pihak ketiga yang mengelola katering bagi pelajar SMA Siwalima yang tinggal di asrama sekolah tersebut.

Petugas Puskesmas Nania juga sudah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan massal tersebut. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penipuan Masuk Akpol Terbongkar, Korban Kehilangan Rp 4,7 Miliar, Pelakunya Tak Disangka


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler