8 Aktivis KAMI Ditangkap, Begini Reaksi PA 212

Rabu, 14 Oktober 2020 – 16:55 WIB
Novel Bamukmin saat ditemui di kawasan Cikini beberapa waktu lalu. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 (Wasekjen PA 212) Novel Bamukmin mengaku pihaknya tidak akan takut menyampaikan aspirasi meski ada delapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah ditangkap polisi.

Menurut Novel, penyampaian aspirasi dijamin oleh konstitusi Indonesia dan dilindungi aturan internasional.

BACA JUGA: Pesan Jenderal Gatot Nurmantyo untuk Rakyat Indonesia, Aktivis KAMI Bukan Karbitan!

Oleh sebab itu PA 212 tidak akan takut aksi melawan kezaliman pemerintah.

"Jadi untuk apa kami takut dan kami akan terus menyuarakan kebenaran untuk melawan kezaliman rezim ini, beserta melawan dugaan hoaksnya penguasa saat ini," ucap Novel Bamukmin saat dihubungi jpnn, Rabu (13/10).

BACA JUGA: 8 Aktivis KAMI Diciduk Polisi, Nyali Jenderal Gatot Nurmantyo Diuji

Terkait penangkapan terhadap aktivis KAMI, kata Novel, PA 212 akan memberikan bantuan hukum.

Melalui Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), PA 212 terus mengawal kasus yang menjerat aktivis KAMI.

BACA JUGA: Percakapan di Grup WA KAMI Ngeri? Ada juga Kalimat soal TNI di FB, Bunyinya…

"Saya selaku advokat dari wadah IKAMI, yang merupakan satu wadah ternaung di PA 212, akan memberikan pendampingan hukum kepada anggota KAMI yang dikriminalisasi saat ini, juga kepada korban dari aksi kemaron," beber dia.

Sebelumnya, kepolisian menangkap beberapa orang terkait unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berujung rusuh pada pekan lalu.

Dari beberapa yang ditangkap, sebagian tercatat sebagai pengurus KAMI.

Pada Selasa (13/10) pagi, polisi menangkap tiga petinggi KAMI yang terdiri dari Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat.

Syahganda merupakan anggota Komite Eksekutif KAMI.

Kemudian, Anton dan Jumhur merupakan petinggi KAMI.

Anton ditangkap di daerah Rawamangun pada 12 Oktober 2020.

Kemudian pada Selasa (13/10), polisi menangkap Syahganda di Depok, Jawa Barat dan Jumhur di Jakarta Selatan. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler