8 Parpol dan Lautan Manusia Mengiringi Piet-Matret Menuju KPU

Selasa, 08 September 2020 – 00:34 WIB
Pasangan Petrus Kasihiw dan Matret Kokop mendaftarkan diri di KPU. Foto: dok. Demokrat

jpnn.com, TELUK BINTUNI - Ribuan warga memenuhi segala sudut di Teluk Bintuni untuk sekadar melihat maupun mengantar Petrus Kasihiw dan Matret Kokop mendaftarkan diri sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Para pendukung ini berasal dari berbagai distrik di Teluk Bintuni. Mereka hadir untuk mengikuti proses pendaftaran Pasangan Piet Matret sekaligus memberi doa restu kepada kedua tokoh yang dinilai merakyat ini.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Puan Maharani dan Nasib PDIP yang Dramatis, Ada Semburan Lumpur, TNI Harus Ganti Rugi

Sepanjang jalan, mereka meneriakkan yel-yel Piet - Matret dua periode, dengan mengangkat 2 jari sebagai simbol dilanjutkannya pembangunan dua periode di Negeri Sisar Matiti tersebut.

Tampak sepanjang jalan, kibaran bendera Golkar, PDI Perjuangan, Nasdem dan Partai Demokrat. Tak hanya itu, konstituen Partai Non Seat, PKB, PBB, Berkarya dan Partai PKPI hadir memberikan doa restu dan memberikan dukungan kepada pasangan Piet Matret.

BACA JUGA: Ini Jumlah Bakal Pasangan Calon Pilkada 2020 yang Melanggar Protokol Kesehatan

Ir Petrus Kasihiw, MT dan Matret Kokop, SH yang kerap dikenal sebagai pasangan Piet-Matret adalah petahana yang mendaftar tepat di hari terakhir pendaftaran pada Minggu kemarin.

Didampingi ketua-ketua partai pendukungnya, semua berkas administrasi dan kelengkapan Piet-Matret secara resmi diterima oleh Herry Arius Salamahu selaku ketua KPU Teluk Bintuni.

BACA JUGA: Warga Antusias Mengantar Raup-Iskandar Mendaftar Pilkada Konawe Utara

Setelah dilakukan penelitian [verifikasi] berkas, dokumen pasangan Piet - Matret dinyatakan memenuhi syarat sesuai dengan PKPU Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Selanjutnya sesuai tahapan, penetapan pasangan Bakal Calon menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni 2020-2024 direncanakan akan diumumkan pada tanggal 23 September 2020 mendatang.

Konsultan politik pasangan Piet-Matret, Yohanes Akwan, yang dikonfirmasi membenarkan Piet-Matret telah menerima berita acara dari KPU untuk mengikuti tahapan selanjutnya.

"Amin, berkas Pak Piet dan Pak Matret sudah diterima, kini mereka siap untuk mengikuti tahapan selanjutnya," ujar Konsultan Politik Pasangan Piet Matret ini via pesan WahtasAp.

Resmi diusung oleh Partai Nasdem, PDIP, Golkar, Demokrat, Piet-Matret total didukung oleh 14 kursi di DPRD setempat.

Sedangkan Partai Amanat Nasional yang semula memberikan rekomendasi kepada pasangan ini, tidak tampak hadir untuk mengantar.

Petrus Kasihiw dalam jumpa pers mengatakan akan mengembalikan segala polemik di tubuh partai untuk diselesaikan secara internal.

Hal ini berkait dengan tidak hadirnya PAN serta adanya tindakan yang dianggap insubordinansi oleh kader partai Golkar di tingkat daerah.

“Satu partai yang memang tidak ada konfirmasi yaitu, Partai Amanat Nasional dan kami akan kembalikan, artinya bertanya kepada DPP PAN sesuai dengan rekomendasi yang diberikan kepada kami. Pada hari ini mereka tidak hadir. Tapi dari hasil verifikasi tadi, sudah dipastikan bahwa 14 kursi dari partai pengusung, yaitu Nasdem 7 kursi, Golkar 5 kursi, PDIP 1 kursi dan Demokrat 1 kursi,” ujar Petrus kepada wartawan.

Sedangkan mengenai polemik yang terjadi di tubuh partai Golkar di tingkat daerah dan cabang, Wasekjen Partai Golkar, Derek Loupatty mengatakan mengambil alih kewenangan partai Golkar mengenai rekomendasi dan dukungan kepada Piet-Matret, sesuai dengan perintah DPP.

“Masalah internal partai, sementara akan kita selesaikan, kami ditugaskan untuk mengambil alih, pendaftaran yang harusnya kita bersama-sama dengan partai koalisi pada hari ini. Menyangkut hal-hal internal, pada prinsipnya, kami akan melakukan konsolidasi. Bagi kader Golkar khususnya, tetap taat azas. Bagi yang tidak melaksanakan keputusan DPP, akan ada sanksi tersendiri,” tutur Derek.

Pernyataan ini menjadi garis pembatas yang digambar oleh DPP Partai Golkar mengenai perbuatan Alfons Manibuy dan Amin Ngabalin yang diduga sengaja melanggar perintah partai untuk mendukung paslon yang tidak sesuai rekomendasi dari DPP Partai Golkar. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler