80 Personel Dikerahkan Mengurai Kemacetan di Lokasi Longsor Kupang

Rabu, 22 Februari 2023 – 21:33 WIB
Sejumlah kendaraan logistik yang membawa sembako dan kebutuhan masyarakat lainnya tak bisa melintas akibat jalur yang dilalui tutup longsor di kilometer 73 Jalan Trans Pulau Timor, di desa Nolemina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (20/2/2023). FOTO ANTARA/Kornelis Kaha.

jpnn.com, KUPANG - Material longsor yang menutupi Ruas Jalur Trans Pulau Timor di Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menyebabkan kemacetan panjang, Rabu (22/2/2023).

Polres Kupang pun menerjunkan 80 personel gabungan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas akibat longsor yang menutup jalan sepanjang 300 meter tersebut.

BACA JUGA: Pacitan Dilanda Longsor Selama Dua Hari

"Saya minta bantuan personel polres terdekat, seperti Polresta Kupang Kota dan Polres Timor Tengah Selatan (TTS) untuk membantu pengamanan, sekaligus untuk mengurai kemacetan," kata Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto di Kupang, Rabu.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan upaya aparat kepolisian di Polres Kupang menjaga keamanan di lokasi bencana mengingat banyak antrean kendaraan dan upaya mengurai kemacetan di lokasi tersebut.

BACA JUGA: Terseret Longsor, Jalur Alternatif Ponorogo-Pacitan Amblas

Dengan banyaknya pengendara motor yang mengantre di lokasi bencana, menurut dia, yang paling dikhawatirkan jika ada ketersinggungan antara pengendara bermotor.

“Karena itu personel kami selalu siaga 24 jam selama bencana ini,” ujar dia.

BACA JUGA: Jefry Manafe Minta Warga Kabupaten Kupang Mewaspadai Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Karena itu, ujar dia, masyarakat dan pengendara motor diharapkan menjaga situasi kamtibmas di lokasi bencana agar tetap terjaga dengan baik.

Dia menambahkan dalam hal mengurai kemacetan lalu lintas di lokasi bencana, Polres Kupang bersama personel gabungan melakukan sistem buka tutup jalur di lokasi bencana.

“Kita terapkan buka tutup jalur sehingga tidak banyak yang mengantre untuk melintas,” ujar dia.

Namun, katanya, sistem buka tutup itu dilihat dari situasi atau cuaca yang ada di lokasi bencana. Artinya bahwa jika terjadi hujan, maka sistem buka tutup ditiadakan dan jalur perlintasan alternatif ditutup sementara.

Hal ini, ujar dia, karena jalur alternatif yang dilalui licin dan kontur tanahnya lembek sehingga membahayakan pengendara motor.

“Kami lebih utama keselamatan masyarakat. Karena itu jika sudah hujan kita akan tutup, apalagi kalau saat hujan berhenti dan operator kendaraan berat tak beroperasi maka sudah pasti lokasinya kami akan tutup,” ujar dia.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler