jpnn.com - SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi berinisiatif membawa 89 korban sodomi dengan pelaku Andri Sobari alias Emon (24), ke rumah dinas (rumdin) Walikota Sukabumi, M. Muraz di Jalan Siliwangi Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Senin (5/5).
Para korban kebiadaban seksual Emon ini dikumpulkan di rumdin walikota untuk memudahkan pemeriksaan dari kepolisian, dinas kesehatan dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi.
BACA JUGA: Emon Pernah Disodomi Dua Temannya
"Ini kami lakukan agar tidak terlalu banyak komunikasi dengan dunia luar dulu, sehingga berdampak pada traumatik anak, karena mereka harus dilindungi" ujar Walikota Sukabumi, M Muraz kepada wartawan kemarin.
Pemeriksaan anak-anak ini rencananya akan diberlakukan khusus, seperti para penyidik tidak menggunakan pakaian dinas kepolisian, pemeriksaan secara beramai-raimai serta membebaskan anak-anak untuk melakukan apa yang dikehendakinya.
BACA JUGA: UGB Juga Terlibat Kasus Pelecehan Seksual
Hal ini merupakan salah satu metode untuk mengurangi rasa traumatik kepada anak-anak tersebut. "Untuk itu kami memohon kepada para media untuk tidak meliput kegiatan ini," harapnya.
Di tempat berbeda, Kapolres Sukabumi Kota Hari Santoso mengatakan, dari hasil laporan korban sodomi yang dilakukan Emon bertambah menjadi 89 orang yang sebelumnya hanya berjumlah sekitar 73 orang.
Dalam penambahan ini sebanyak 61 satu korban sudah dilakukan BAP dan dari laporan ke 88 korban ini, 27 korban di antaranya tidak hadir atau tidak mengikuti pemeriksaan. " Untuk hari ini kami mendapatkan sebanyak 16 laporan baru," terangnya. (why/t)
BACA JUGA: Gunakan Daging Celeng, Bakso Udin Digerebek
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelajar SMK Terlibat Pencurian Kabel Telepon
Redaktur : Tim Redaksi