Ada Apa dengan Timnas Indonesia, Apakah jadi Klaster Corona?

Rabu, 05 Agustus 2020 – 08:59 WIB
Timnas Indonesia saat berlatih di bawah polesan Shin Tae Yong, beberapa waktu lalu. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewo Broto meyakini pihak PSSI akan terbuka soal kondisi Timnas Indonesia, baik itu tim senior dan Timnas U-19.

Saat ini publik menunggu kapan sebenarnya timnas memulai latihan. Sebelumnya sempat diumumkan dimulai pada 1 Agustus.

BACA JUGA: Shin Tae Yong Isolasi Mandiri? Lah Kok Keluyuran

Nah, sejumlah spekulias pun beredar, termasuk tentang kemungkinan ada kasus COVID-19 dalam skuad Garuda.

"PSSI mungkin sedang mencari ‘timing’ yang pas," kata Gatot, Selasa (4/8) malam.

BACA JUGA: Hasil Swab Test Lambat, Latihan Timnas Indonesia Pun Molor dari Jadwal

Menurut Gatot, jika memang memutuskan seperti itu, maka kebijakan PSSI itu sudah tepat.

Kemenpora yakin PSSI akan menyelesaikan atau mengendalikan masalah internal timnas terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan resmi kepada publik.

BACA JUGA: Seminggu Lebih di Jakarta, Timnas Indonesia Tak Kunjung Latihan Bersama, Ada Apa?

"Andai memang ada kasus COVID-19, PSSI kan memiliki tim dokter untuk mengendalikannya. Saya melihatnya seperti itu," kata Gatot.

Beredar kabar di kalangan pers ada pemain timnas yang menunjukkan hasil reaktif ketika tes cepat COVID-19.

Kemudian, ada pula informasi karyawan PSSI di TC timnas positif COVID-19.

PSSI belum memberikan informasi soal itu, tetapi pada Rabu, 29 Juli, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menegaskan bahwa semua pemain timnas yang berada di Jakarta negatif COVID-19.

Mengenai hal ini Kemenpora meminta PSSI benar-benar melakukan pengawasan.

"Jangan sampai ada klaster baru COVID-19 di timnas. Saya meminta PSSI untuk mengeluarkan kebijakan taktis dari PSSI. Minimal, kalau ada indikasi ke arah sana, yang positif COVID-19 benar-benar dipisahkan," kata Gatot.

Timnas dan U-19 sejatinya mengikuti TC dari 23 Juli sampai 8 Agustus 2020 di Jakarta dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sebanyak 29 pemain timnas senior dan 46 pemain U-19 dipanggil oleh manajer timnas Shin Tae-yong untuk TC.

Bagi timnas, TC adalah persiapan menghadapi tiga pertandingan terakhir Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, masing-masing melawan Thailand, Uni Emirat Arab dan Vietnam, sedangkan timnas U-19 akan berkompetisi dalam Piala Asia U-19 di Uzbekistan pada 14-31 Oktober 2020.

Pengamat sepak bola Tommy Welly menilai, PSSI harus segera menjelaskan kepada publik alasan mundurnya jadwal latihan timnas yang awalnya ditetapkan Sabtu 1 Agustus lalu.

"PSSI mesti terbuka kepada publik tentang timnas karena ada kecintaan luar biasa dari masyarakat kepada skuad Garuda," kata Tommy.

Sampai Selasa 4 Agustus timnas senior dan U-19 belum juga berlatih di lapangan meski sudah berkumpul guna menjalani pemusatan latihan (TC) sejak 23 Juli di Jakarta.

Mantan direktur kompetisi PSSI itu beranggapan, kalau tidak transparan bakal muncul praduga dan kecurigaan di kalangan pencinta sepak.

Walau PSSI telah menyebutkan penundaan itu karena menunggu hasil tes usap (swab test), Tommy menyebut publik tetap bertanya-tanya.

"Publik jadi bingung. Apakah memang karena semata karena menunggu hasil swab atau ada hal lain? Menurut saya, PSSI lemah dalam hal komunikasi publik tentang hal-hal yang menarik perhatian masyarakat seperti ini. Padahal, masyarakat berhak untuk mengetahui karena kegiatan timnas dibiayai oleh negara," kata Tommy.

Tommy mendesak PSSI untuk terbuka jika ada pemain timnas atau karyawan PSSI yang terpapar COVID-19.

"PSSI wajib terbuka karena itu memang situasi yang dihadapi bersama sebagai sebuah bangsa. Rakyat berhak mengetahui apa tindakan PSSI kalau kondisi itu benar-benar terjadi," kata dia. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler