Ada Cacing Hati di Sapi Kurban

Rabu, 16 Oktober 2013 – 09:00 WIB

KEDIRI - Masyarakat yang mengonsumsi jeroan daging kurban harus berhati-hati. Sebab, tim Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Kediri yang mengadakan inspeksi mendadak (sidak) kemarin menemukan cacing hati di beberapa sapi yang disembelih.

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, cacing hati itu didapati saat tim mengecek penyembelihan hewan di Masjid Agung Kota Kediri, Masjid BTN Rejomulyo, dan Masjid Al Falah, Tamanan. ''Cacing hati bisa dilihat kasatmata. Begitu dicek ada cacing hati, langsung kami minta agar hati disisihkan,'' kata Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (keswan kesmavet) Dinas Pertanian Kota Kediri Haryono.

Lebih lanjut, dia menyatakan, ada tiga tim yang mengecek penyembelihan daging kurban. Setiap tim mengecek di wilayah kecamatan kota, Mojoroto, dan Pesantren. Seluruh lokasi penyembelihan hewan kurban dicek.

Selain kondisi daging secara umum, yang menjadi perhatian tim adalah jeroan. Misalnya, ketika sidak di Masjid Agung pada pukul 09.30, tim yang melihat petugas saat mulai menyembelih lantas memeriksa kondisi jeroan.

Saat itulah diketahui ada banyak cacing di salah satu hati sapi yang baru saja disembelih. Melihat hal itu, Haryanto yang memimpin tim langsung meminta panitia agar hati sapi itu tidak dibagikan. ''Kami minta hati itu dipendam,'' tegasnya.

Lalu, apakah daging sapi pada ternak yang hatinya terdapat cacing tersebut masih layak? Haryanto menyatakan, daging sapi tetap bisa dikonsumsi dan aman. Sebab, cacing hanya berada di hati sapi. ''Hatinya memang tidak boleh dikonsumsi. Tidak layak,'' terangnya.

Sementara itu, hewan kurban yang beredar di Malang Raya belum aman seratus persen untuk dikonsumsi. Misalnya, yang terjadi di Masjid Nurul Islam, Perum Bukit Cemara Tujuh, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Di masjid tersebut ditemukan cacing hati pada tiga sapi kurban yang disembelih.

Untungnya, hati sapi yang mengandung cacing itu tidak sampai beredar ke masyarakat. Sebab, takmir masjid sudah mengantisipasi dengan meminta dokter hewan dari Universitas Brawijaya (UB) untuk memeriksa kesehatan hewan kurban yang disembelih.

''Setelah dicek, tiga di antara lima organ hati sapi tidak bisa dikonsumsi karena mengandung cacing di dalamnya,'' ujar drh Pandu Tri Bakti, dokter hewan dari UB, kemarin (15/10).

Pandu menyarankan agar hati sapi yang bercacing tidak dikonsumsi. Sebab, jika dikonsumsi, cacing bisa pindah ke tubuh manusia. Cacing pada hati sapi bisa berpindah ke manusia, berkembang biak, dan mengakibatkan kanker hati. ''Sebaiknya, hati yang bercacing tidak dikonsumsi karena membahayakan bagi manusia,'' sarannya.

Menurut Pandu, cacing tersebut bersifat parasit. Dia mengisap makanan di dalam organ hati hewan. (JPNN/c16/bh/dwi/mas)

BACA JUGA: Puluhan Warga Singapura Berkurban di Batam

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bunda Putri Berkurban Seekor Sapi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler