Ada Jejak Kaki Harimau di Dekat Sapi Mati Penuh Luka Robek, Warga Agam Resah

Selasa, 21 Januari 2020 – 01:51 WIB
Sejumlah warga Nagari Lubukbasung, Kab. Agam melihat sapi yang diduga dimangsa Harimau Sumatera. Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, LUBUKBASUNG - Warga Kampung Melayu, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dihebohkan dengan penemuan satu ekor sapi mati di lahan perkebunan. Sapi tersebut diduga mati karena diterkam harimau Sumatera.

Wali Jorong Balai Ahad, David Richard Zoni di Lubukbasung, Senin, mengatakan sapi betina milik Wir, 50, tersebut mengalami luka robek pada tubuhnya.

BACA JUGA: Warga Muara Enim Sekarat Diserang Harimau

"Wir menemukan sapinya mati dalam kondisi penuh luka pada Senin (20)1) pagi," katanya.

Mendapat informasi itu, pihaknya sudah melaporkan ke petugas veteriner Dinas Pertanian Agam.

BACA JUGA: Tiga Polisi Berprestasi Ini Dapat Penghargaan dari Pimpinan

Dari hasil penyelidikan ditemukan jejak kaki harimau.

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Agam, Ade Putra mengatakan pihaknya mendapat informasi penyerangan hewan buas tersebut dari sejumlah wartawan pada Senin (20/1) sekitar pukul 18.00 WIB.

BACA JUGA: Bentrok Rebutan Lahan Kembali Terjadi di Mesuji, Satu Orang Tewas Diterjang Peluru

Setelah mendapat informasi itu, pihaknya langsung ke lokasi untuk melakukan klarifikasi informasi tentang konflik satwa liar yang terjadi.

"Kami langsung klarifikasi ke pemilik dan jorong setempat," katanya.

Apabila memang sapi itu dimangsa harimau, pihaknya akan menggiring ke dalam kawasan hutan apabila lokasi berdekatan dengan hutan.

Namun apabila lokasi tidak berdekatan dengan hutan, akan dilakukan evakuasi sebagai langkah akhir.

"Kami akan melakukan langkah setelah mendapatkan keterangan dari pemilik dan wali jorong," katanya.

Pada Desember 2019, satu ekor sapi milik warga Cumateh, Jorong Sungai Jariang, Kecamatan Lubukbasung juga dimangsa harimau.

Dengan kejadian itu, Ade mengimbau warga untuk tidak menggembalakan ternak di tepi hutan, tidak melakukan aktivitas di kebun pada malam hari dan lainnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler