Ada Long Weekend Lagi, Ayo ke Yogyakarta Saja

Sabtu, 15 April 2017 – 18:31 WIB
Salah satu sudut Kota Jogja. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, YOGYAKARTA - Long weekeng pada April ini tidak hanya libur Paskah. Sebab, pada 22-24 April nanti juga ada long weekend.

Dan bila mau menikmati long weekend pada 22-24 April mendatang, ada baiknya mengunjungi Yogyakarta. Ada wisata menarik yang menjanjikan sensasi tersendiri di Kota Budaya ini.

BACA JUGA: Dubes RI di Bulgaria Bantu Cari Formula Promosi Pariwisata

Akan ada upacara adat yang sudah rutin digelar setiap tahun. Namanya upacara adat Merti Tumpeng Robyong yang digelar di bantaran Kali Code.

Melalui acara adat itu, pengunjung bisa menikmati makan bersama dengan masyarakat setempat. Sebab, acara itu memang diisi dengan makan bersama atau dahar kembul.

BACA JUGA: Tiga Menteri Kompak Persiapkan IMF-World Bank Annual Meeting 2018

"Ini semua sebagai  wujud rasa syukur atas rahmat serta karunia Tuhan Yang Mahaesa selama ini," jelas Marsudi, Ketua Kampung Wisata Dewa Bronto, Jumat (14/4).

Merti Tumpeng Robyong merupakan upacara adat yang dulu berkembang di tengah-tengah masyarakat Jawa. Makna kegiatan itu adalah gelaran adat yang berfungsi menjaga kebersamaan.

BACA JUGA: Banten Travel Mart Promosi Tanjung Lesung ke Dunia

Prosesi upacara adat ini dilengkapi pula dengan atraksi budaya. Seorang Resi Sungai berdoa dengan tetembangan Jawa.

Selanjutnya, prosesi diakhiri dengan menebar bibit ikan di Sungai Code yang mengalir di kawasan Kampung Wisata Dewa Bronto. Pengelola Kampung Wisata Dewa Bronto selalu berupaya menggarap atraksi ini dengan tema. Tahun ini temanya Raja Melawan Arus.

"Ini adalah atraksi seni budaya yang bermakna bahwa pemimpin seharusnya bisa menjadi tokoh yang selalu memberi contoh dan mengajak semua warga utk 'melawan arus' dengan sikap dan tindak tanduk menolak budaya atau perilaku yang tidak pantas atau tidak baik," tambah alumni Fisipol UGM ini.

Budaya "tidak pantas" itu harus ditolak karena  akan menggrogoti adat kebiasaan baik yang selama ini dianut dan dipercaya masyarakat.  "Misalnya  budaya materialistik, hidup mewah mewahan. Yang akhirnya memicu budaya korupsi seperti yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini," tegasnya.

Lewat upacara merti, masyarakat diajak untuk waspada dan sadar agar sikap materialistik tidak diikuti dan korupsi tidak semakin marak. "Dan budaya asli bangsa kita yang baik seperti gotong  royong, hidup saling tolong menolong, toleransi, hidup sederhana, dan lain harus selalu kita pertahankan dan harus kita ajar dan wariskan kepada anak cucu para penerus bangsa," tandas Marsudi.

Selain itu, para wisatawan juga akan dapat menikmati atraksi kesenian potensi warga kampung wisata Dewa Bronto yang lain. Atraksi tersebut selalu siap ditampilkan untuk menghibur tamu dan sebagai wujud upaya menjaga seni tradisi. Salah satunya disajikan oleh anak-anak berupa Tari Jaran Kepang Anak.

So, jangan lupa memasukkan Yogyakarta pada agenda long weekend 22-24 April. Jogya selalu menjanjikan suasana yang bikin kangen.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya lagi-lagi mengapresiasi kreativitas para pelaku bisnis pariwisata di Jogjakarta. Mereka pintar membuat sensasi yang terkait dengan paket wisata.

"Dan beragam model itu bisa dicontoh oleh daerah lain," ujarnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wuiihh..Jogja Marathon 2017 Bakal Diikuti 6.000 Pelari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler