Ada Sumbangan Besar dari Kelompok Golf di Pilpres 2019, Dugaan Politik Uang?

Rabu, 18 Agustus 2021 – 14:27 WIB
Tangkapan layar saat pengamat dan pegiat pemilu Donal Fariz menyampaikan paparannya dalam webinar bertema 'Ruang Lingkup Investigasi Pada Obyek Pidana Politik Uang Pada Pemilu dan Pemilihan' yang digelar Bawaslu Kota Pontianak melalui aplikasi Zoom, Rabu (18/8/2021). ANTARA/Muhammad Jasuma Fadholi

jpnn.com, PONTIANAK - Pegiat pemilu Donal Fariz menyebut temuan adanya sumbangan dari kelompok olahraga golf pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Menurutnya, sumbangan itu ditemukan dalam laporan dana kampanye pasangan calon tertentu pada Pilpres 2019 lalu.

BACA JUGA: Jenderal AD Amerika Serikat Mengucapkan Terima Kasih kepada Jenderal Andika

Dia menilai hal tersebut salah satu contoh yang perlu menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait politik uang dalam pelaksanaan pemilihan umum.

Temuan seharusnya dapat memancing inisiatif Bawaslu mendalami lebih lanjut ketika ditemukan kembali di kemudian hari.

BACA JUGA: 5 Gangguan Kesehatan ini Mengancam Mereka yang Sembuh COVID-19

Kelompok hobi dapat menjadi salah satu sasaran pemantauan dugaan politik uang oleh Bawaslu.

"Kelompok hobi atau kelompok olahraga itu benar-benar ada," ujar Donal Fariz dalam webinar bertema 'Ruang Lingkup Investigasi Pada Obyek Pidana Politik Uang Pada Pemilu dan Pemilihan' yang digelar Bawaslu Kota Pontianak, Rabu (18/8).

BACA JUGA: Keren Banget Desa ini Gelar Lomba Bahasa Inggris untuk Anak SD dan SMP

Selain kelompok hobi, Donal menyebutkan organisasi masyarakat, jaringan keluarga, asosiasi bisnis atau profesi, paguyuban adat, kelompok agama, hingga jaringan alumni dikelompokkan ke dalam sekoci pemenangan paslon yang dapat dipantau oleh Bawaslu untuk mengantisipasi dugaan politik uang.

Donal menjabarkan, terdapat pula partai politik (parpol) pengusung, tim sukses, serta kandidat calon yang menjadi sasaran pemantauan bagi pengawas pemilu.

"Ini menjadi perhatian ketika berbicara rumpun ruang lingkup atau sasaran pemantauan dugaan politik uang dalam pemilu," ucapnya.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu mengatakan bahwa dibutuhkan strategi khusus bagi Bawaslu untuk mengantisipasi dugaan serta temuan politik uang dalam pemilu.

"Strategi yang dapat dilakukan yaitu memahami konteks masalah dan menguasai konteks dan lingkup pengaturan," katanya.

Donal juga menyebut analisis sosial dan politik juga dibutuhkan untuk memetakan peran aktor yang terlibat di dalam ruang lingkup dugaan politik uang.(Antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler