Afrika Selatan Tangisi Kepergian Winnie Mandela

Rabu, 04 April 2018 – 06:28 WIB
Winnie Mandela. Foto: AFP

jpnn.com, JOHANNESBURG - Winnie Mandela meninggal di usia 81 tahun pada Senin (2/4). Kabar tersebut membuat penduduk Afrika Selatan ( Afsel ) berduka. Perempuan yang dijuluki ibu bangsa itu sangat dicintai rakyat.

Ratusan orang bernyanyi dan menari di depan rumah Winnie Mandela di Soweto. Beberapa membawa bendera Afsel. Yang mereka lantunkan adalah tembang duka untuk mengiringi kepergian sang pemilik rumah.

BACA JUGA: Mantan Ibu Negara Afsel Winnie Mandela Wafat

Perempuan yang dijuluki ibu bangsa Afsel itu mengembuskan napasnya yang terakhir pada Senin sore (2/4) di usia 81 tahun.

’’Dia meninggal dengan tenang dikelilingi keluarga dan orang-orang yang dicintainya,’’ terang Victor Dlamini, juru bicara keluarga, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Singa Korban ISIS Mendapat Rumah Baru

Aktivis anti-apartheid itu meninggal di MillPark Hospital. Dlamini tidak menyebutkan dengan jelas penyebab kematiannya.

Dia hanya mengatakan bahwa mantan istri Nelson Mandela itu sudah lama sakit. Sejak awal tahun ini, dia keluar masuk rumah sakit. Tak ada yang tahu penyakit apa yang dideritanya.

BACA JUGA: Kursi Presiden Afsel Digoyang Aksi Massa

Tak hanya warga, Presiden Afsel Cyril Ramaphosa dan berbagai tokoh lainnya juga datang ke kediaman Madikizela-Mandela.

Di hadapan penduduk, Ramaphosa mengungkapkan bahwa upacara pemakaman resmi kenegaraan akan digelar untuk Madikizela-Mandela pada 11 April. Baru pada 14 April akan dilakukan pemakaman secara nasional.

’’Dia adalah perempuan terkuat dalam perjuangan kami, yang sangat menderita di rezim apartheid, dipenjara, diasingkan, dan diperlakukan sangat buruk,’’ ujar Ramaphosa. Dia menegaskan bahwa Afsel telah kehilangan seorang pemimpin dan ikon bangsa. 

Ucapan belasungkawa dari para tokoh dunia terus berdatangan. Termasuk di antaranya dari Uskup Agung Desmond Tutu dan Sekjen PBB Antonio Guterres.

Hingga kemarin, Rabu (3/4), orang-orang terus berdatangan ke rumah Madikizela-Mandela untuk mengungkapkan rasa dukacitanya.

Kepergiannya yang mendadak memang membuat publik kaget. Sebab, selama ini penyakitnya jarang menjadi sorotan pemberitaan.

’’Saya merasa begitu sedih. Saya rasa beberapa hari bahkan beberapa pekan ke depan kami akan sangat berduka,’’ ujar salah seorang penduduk. (sha/c17/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cape Town Tak Pasrah Menanti Hari Tanpa Air


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler