Agung BMKG: Kami Bukan Mau Menakut-nakuti, tetapi…

Sabtu, 23 Januari 2021 – 12:43 WIB
Warga menggunakan payung saat hujan turun di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (26/10). Foto/ilustrasi: arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang menyampaikan peringatan dini ditujukan kepada masyarakat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG El Tari Kupang mengimbau masyarakat di NTT untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi di provinsi berbasis kepulauan itu.

BACA JUGA: Ini Hasil Analisis BMKG terkait Penyebab Banjir dan Longsor Sulut

"Kami bukan mau menakut-nakuti tetapi kami berharap masyarakat dapat mewaspadai hal ini, seperti gempa, angin dan hujan yang dapat berujung bencana hidrometeorologi," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Agung Sudiono Abadi di Kupang, Sabtu (23/1).

Agung mengatakan hal itu berkaitan dengan potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur saat musim penghujan seperti saat ini.

BACA JUGA: Siap Tahan Bupati Manggarai Barat, Kejaksaan Tinggi NTT Minta Izin Mendagri

Agung mengatakan bahwa saat ini hujan di NTT sedang sampai pada puncaknya, sehingga tidak heran beberapa daerah di NTT mengalami hujan ekstrem yang berujung pada banjir bandang.

Tetapi secara umum, ujar dia, curah hujan di NTT ini terbilang normal karena selama sepekan jumlah curah hujannya hanya berkisar dari 0-60 mili per hari.

BACA JUGA: Aziz Yanuar: Front Persaudaraan Islam Sudah Terbentuk di 20 Provinsi

Dikatakan, BMKG selalu mengeluarkan peringatan diri melalui aplikasi info cuaca.

Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk memantau cuaca dari aplikasi tersebut karena selalu ada peringatan dini jika akan terjadi bencana.

"Untuk wilayah NTT ini kita selalu keluarkan peringatan dini melalui SMS ataupun melalui Whatsapp grup. Masyarakat juga kami harapkan percayakan soal cuaca ini kepada BMKG," tambah dia.

Masyarakat juga diharapkan agar mentaati peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG sehingga tidak menjadi korban dalam bencana yang bisa saja terjadi.

Lebih lanjut kata dia, untuk wilayah Kota Kupang sendiri, dalam beberapa hari ke depan mulai Sabtu (23/1) sampai dengan Senin (25/1) diprediksi akan ada hujan dan masyarakat di kota Kupang diimbau untuk mewaspadai itu.

Hal ini karena ujar dia saat ini potensi hujan lebat di Flores sudah berkurang, sehingga berpindah ke pulau Timor. Dan terkadang sebaliknya juga demikian.

Agung mengimbau daerah-daerah seperti kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Sikka, Manggarai dan sebagian pulau Flores harus tetap waspada juga karena hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan terus terjadi sampai dengan Februari mendatang.

"Kalau memasuki Maret masih ada hujan tetapi itu juga sisa-sisanya saja," tambahnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler