Ahmad Basarah Serukan Dunia Desak Israel Hentikan Agresi Terhadap Palestina

Jumat, 10 November 2023 – 21:53 WIB
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah saat berpidato di Forum Partai-partai Politik Asia Selatan dan Asia Tenggara, di Kunming, Provinsi Yunnan, Republik Rakyat Tiongkok, Jumat (10/11). Foto: dok MPR RI

jpnn.com, TIONGKOK - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyerukan negara-negara di seluruh dunia untuk mendesak Israel menghentikan agresi militernya terhadap penduduk rakyat dan bangsa Palestina.

Hal itu dia ungkapkan saat berpidato di Forum Partai-partai Politik Asia Selatan dan Asia Tenggara, di Kunming, Provinsi Yunnan, Republik Rakyat Tiongkok, Jumat (10/11).

"Negara kami mengecam setiap tindakan yang melanggar hak asasi manusia, menginjak-injak kemanusiaan, dan menghancurkan peradaban di manapun, kepada siapapun dan oleh siapapun, termasuk di negara Palestina," tegas Ahmad Basarah.

BACA JUGA: Ahmad Basarah: Bung Karno Tak Wariskan Militer Kuat untuk Persatukan Indonesia, Tetapi

Di hadapan lebih dari 200 anggota delegasi partai-partai politik seluruh Asia Tenggara dan Asia Selatan, Ketua DPP PDI Perjuangan itu menjelaskan sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Presiden Soekarno sudah menegaskan Palestina harus merdeka dari semua aksi penjajahan pihak mana dan oleh siapa pun.

"Kami menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan karena itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," kata Ahmad Basarah.

BACA JUGA: Ahmad Basarah: Rumah Aspirasi Tempat Pertemuan Energi Rakyat

Di forum yang mengangkat tema ”Enhancing the Pillars of High Quality Development, Embracing a Better Future of Belt and Road Cooperation Together” itu, dia menjelaskan tentang nasionalisme Indonesia yang bersumber dari ajaran Bung Karno.

Dia menegaskan nasionalisme Indonesia tidak eksklusif, melainkan tumbuh di dalam tamansarinya internasionalisme.

BACA JUGA: Ahmad Basarah Sesalkan Judul Pemberitaan yang Berpotensi Mengadu Domba PDIP dan PPP

"Bapak Bangsa kami, Bung Karno, mengajarkan kami agar kuat menggenggam nasionalisme, tapi tidak berarti kami tertutup dari dialog dan kerjasama dengan bangsa-bangsa lain," tegasnya.

Dia menjelaskan dengan perinci makna kata 'bebas' dan 'aktif' kepada semua delegasi yang hadir.

Dengan kata 'bebas', katanya, berarti bangsa Indonesia bebas menentukan sikap dan kebijakan internasional mereka, tanpa tekanan dari pihak mana pun dan tidak memihak pada satu blok kekuatan hegemonik mana pun.

"Kami harus memberikan kontribusi yang nyata dan aktif dalam menyelesaikan konflik, sengketa, dan permasalahan dunia lainnya demi terwujudnya ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," kata Ahmad Basarah.

Menurut Basarah, bentuk kerja sama ekonomi dunia seperti konsep Belt and Road Inisiatif (BRI) yang mengedepankan sikap saling menghormati kedaulatan masing-masing negara, kesetaraan, direncanakan dan dikerjakan bersama.

Forum Dilaog Antar Partai Asia Temggara dan Selatan itu dihadiri banyak tokoh-tokoh dari berbagai partai politik antara lain Menteri Departemen Internasional Komite Pusat Partai Komunis Cina, Liu Jianchao, Wakil Perdana Menteri Thailand, Madhav Kumar Nepal, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah, serta banyak delegasi lain di antaranya delegasi Malaysia, Singapura, Pakistan, Nepal, Bangladesh dan lain-lain. (jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peringati Haul Bung Karno di UM, Ahmad Basarah Berpesan Begini, Silakan Disimak


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler