Ahmad Basarah Serukan Gerakan Melawan Lupa

Sabtu, 15 Desember 2018 – 20:13 WIB
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah. Foto: Humas MPR

jpnn.com, MOJOKERTO - Jambore Kebangsaan Tahun 2018 di Ubaya Training Center, Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (14/12), dihadiri sekitar 1000 mahasiswa dan pemuda.

Kegiatan Jambore ini diikuti oleh organisasi ekstra kampus seperti GMNI, HMI, PMII, GMKI, PMKRI, IMM, KAMMI, KMHDI, Pemuda Muslimin dan organisasi intra kampus yakni BEM se-Jawa Timur serta komunitas pemuda yang ada Jawa Timur.

BACA JUGA: Pagelaran Wayang Kulit Empat Pilar MPR Hibur Warga Pacitan

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dalam orasi kebangsaanya menyerukan Gerakan Melawan Lupa. Reformasi 1998 yang dimotori pemuda dan mahasiswa bersama rakyat melahirkan enam tuntutan dimana salah satunya adalah pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Akibat tuntutan reformasi itu pula, Presiden Soeharto mundur dari jabatannya pada 21 Mei 1998.

Dilanjutkan Basarah bahwa masalah KKN memang menjadi perhatian serius dari para aktivis gerakan reformasi pada waktu itu. Karena demikian pentingnya masalah tersebut, maka tidak mengherankan jika berbagai produk hukum yang lahir di era reformasi ini memiliki spirit memberantas tindak pidana korupsi.

BACA JUGA: Saor Siagian: Pelapor Ahmad Basarah Pengkhianat Negara

Misalnya lahirnya TAP MPR No.XI Tahun 1998 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dari KKN lahir sebagai respon tuntutan reformasi. Kemudian Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juga demikian.

Berkaca dari hal tersebut, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab dari generasi muda,untuk bersatu padu mendukung KPK, Polri dan Kejaksaan RI untuk melawan dan memberantas tindak pidana korupsi.

BACA JUGA: Pernyataan Basarah Bisa jadi Obat Menolak Lupa Dosa Orba

"Ada tiga jenis kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang sudah ditetapkan oleh negara kita, yaitu Narkoba,Terorisme dan Korupsi. Untuk mengatasi kejahatan luar biasa tersebut negara kita telah membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)," kata Basarah

Sebagai kejahatan luar biasa, korupsi juga membutuhkan pemberantasan dengan cara-cara luar biasa dan yang tercatat dalam sejarah melakukan cara-cara yang luar biasa adalah pemuda dan mahasiswa. Khusus perang terhadap korupsi ibarat sebuah perjuangan ingatan versus melawan lupa.

Generasi muda jangan melupakan salah satu tuntutan dari reformasi yang harus terus dikawal adalah pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, termasuk di dalamnya kasus-kasus korupsi di masa lalu," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan tersebut.

"Inilah panggilan dan tugas sejarah bagi pemuda dan mahasiswa. Mari, kita singsingkan lengan. Awasi dan kawal spirit reformasi tersebut. Jangan sampai praktik KKN terus menggerogoti denyut nadi dan melumpuhkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia," demikian seruah Basarah kepada mahasiswa

Di sisi lain, Basarah juga meminta agar generasi muda juga menjauhkan diri dari penggunaan narkotika karena hal tersebut akan membunuh masa depan pemuda Indonesia. "Nasib dan masa depan bangsa berada di pundak pemuda Indonesia saat ini, maka jauhilah diri kalian semua dari bahaya narkoba agar kelak menjadi pemimpin yang berguna bagi bangsa dsn negara," pungkas penerima award anggota parlemen terbaik 2018 versi Majalah Men's Obbsession itu. (jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Film Perjuangan Ketua MPR Taufiq Kiemas Tayang Maret 2019


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler