Ahmad Muzani: Menjaga MPR dengan Musyawarah Mufakat

Jumat, 04 Oktober 2019 – 01:22 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo akhirnya terpilih secara musyawarah mufakat sebagai ketua MPR 2019 – 2024. Partai Gerindra yang mencalonkan Ahmad Muzani menjadi partai terakhir yang memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo dalam pemilihan ketua MPR periode 2019 – 2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/10/2019) malam. 

Sidang Paripurna MPR dipimpin H. Abdul Wahab Dalimunthe (anggota tertua dari Fraksi Partai Demokrat) dan Hillary Brigitta Lasut (anggota termuda dari Fraksi Partai Nasdem). 

BACA JUGA: Sebegini Harta Kekayaan Ketua MPR RI 2019-2024

Sidang Paripurna MPR dengan agenda pemilihan ketua MPR dan pelantikan pimpinan MPR dihadiri lebih dari 600 anggota MPR (anggota DPR dan anggota DPD). Sidang paripurna sekali diskors untuk memberikan waktu bagi Partai Gerindra bermusyawarah.

Muzani mengungkapkan pada detik-detik terakhir menjelang pengambilan keputusan dalam pemilihan ketua MPR, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan melakukan komunikasi. 

“Komunikasi dimaksud perihal tentang ketua MPR, di mana Pak Prabowo minta kepada Ibu Mega agar diberikan kepada Gerindra. Ibu Mega terus terang agak sulit untuk menolak permintaan Pak Prabowo, tetapi juga bagaimana cara menerima ini karena proses sudah berlangsung,” tutur Muzani yang juga Wakil Ketua MPR periode 2014 - 2019.

“Karena itu Ibu Mega memohon pengertian Pak Prabowo agar bisa menerima proses ini dengan baik dan menjaga MPR dengan musyawarah mufakat. Meskipun Ibu Mega sepenuhnya menyerahkan keputusan ini kepada Pak Prabowo, kemudian Gerindra sebagai partai yang mandiri,” sambungnya.

Selain berkomunikasi dengan Megawati Soekarnoputri, Muzani mengaku dipanggil Prabowo Subianto. “Pak Prabowo panggil saya, bertanya tentang peta fraksi-fraksi dalam penetapan calon ketua MPR. Saya laporkan kepada beliau tentang hasil pembicaraan dengan partai-partai dalam lobi fraksi di MPR. Kemudian saya bicara juga hasil pembicaraan saya dengan Pak Amien Rais, dengan Zulkifli Hasan, dengan PKS, Demokrat melalui Sekjen. Akhirnya beliau ambil keputusan, ini kepentingan yang lebih besar, ya sudah kamu tidak usah meneruskan pencalonan,” cerita Muzani.

Jadi, lanjut Muzani, Prabowo Subianto sudah minta ke Megawati Soekarnoputri. Prabowo Subianto juga sudah mengecek kepada partai-partai pendukung yang juga menginginkan aklamasi dan memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo meskipun di tingkat fraksi. 

“Pak Prabowo ingin MPR tidak terkungkung dengan kepentingan pemilihan ketua MPR,” ucap Muzani. 

Setelah komunikasi itu, Partai Gerindra sepakat dengan pemilihan secara musyawarah dan mufakat dengan memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo. 

“Ini bukan berarti Prabowo menyerah. Bagi Gerindra, MPR adalah alat perjuangan dan sebagai alat perjuangan. Kita harus memandang ini sebagai cara untuk mencapai tujuan. Beliau harapkan ada hal-hal lain yang lebih strategis yang bisa kita raih,” pungkas Muzani.(boy/jpnn)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler