Ajib Bantah Jadi Koordinator Penyuapan Anggota Dewan

Sabtu, 07 November 2015 – 17:29 WIB
Ajib Shah/Metro Siantar

jpnn.com - JAKARTA - ‎ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi untuk tersangka Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho, terkait dugaan menyuap sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014, Jumat (6/11). 

Tak tanggung-tanggung, setelah sebelumnya memeriksa sembi‎lan saksi termasuk Evi Diana  yang merupakan istri Wakil Gubernur selaku Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Kamis (5/11) kemarin, kali ini data yang diperoleh dari KPK menyebut ada sembilan nama yang diperiksa sebagai saksi. 

BACA JUGA: Selain Menteri Agama, PKB Juga Minta Menteri Yohana Diganti

Masing-masing empat orang saat ini menjabat sebagai kepala dinas di Pemerintah Provinsi Sumut. Yaitu Kepala Dinas Bina Marga Eddy Pohan, Kadis Kesehatan Siti Hatati Suryantini, Kadis Pendidikan Masri dan Kadis Pendapatan Rajali. Kemudian juga terdapat Kepala Badan Kepegawaian Pandapotan Siregar.

Selain itu, KPK juga memeriksa sejumlah mantan pimpinan DPRD dan anggota DPRD Sumut 2009-2014. Masing-masing Ajib Shah yang saat ini menjabat Ketua DPRD Sumut periode 2014-2019.

BACA JUGA: Tiga Alasan PKB Ingin Copot Menteri Agama dari PPP

Kemudian Chaidir Ritonga, Saleh Bangun (masih menjabat anggota DPRD periode 2014-2019), Sigit Pramono Asri dan Kamaluddin Harahap. Ke empat nama ini juga sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini bersama Gatot.Proses pemeriksaan berlangsung sejak Jumat‎ pagi, sekitar Pukul 10.00 WIB. 

Sekitar Pukul ‎ 19.57 WIB, Kamaluddin Harahap terlihat keluar dari ruang pemeriksaan. Begitu mengembalikan tanda pengenal di meja resepsionis, mantan Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini tak mau berlama-lama menunggu. Ia langsung bergegas keluar.

BACA JUGA: ICW: Jaksa Agung Dari Parpol Pasti Dianggap Tak Benar

"Apa pulak balikin duit, tak ada itu," ujar Kamal saat ditanya apakah benar dirinya menerima uang yang diduga sebagai bagian dari suap untuk memuluskan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut di DPRD tahun 2012-2014, persetujuan perubahan APBD 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD terhadap Gatot.

Jawaban Kamal, membuat puluhan wartawan yang menunggu, semakin penasaran. Tak pelak, berbagai pertanyaan lain pun disuarakan. Baik itu terkait berapa besar uang yang diterima dan kemudian dikembalikan dan apakah benar uang dimaksudkan sebagai bagian dari suap.

Namun Kamal tak mau berkomentar banyak. Sambil terus melangkah, ia kembali mengulang jawaban yang sebelumnya dikemukakan. "Tak ada itu," ujar Kamal yang berusaha menunduk untuk melihat langkahnya agar tidak tersangkut kabel mikrofon media televisi.

Berbeda dengan istri Tengku Erry, Evi, maupun mantan Sekretaris DPRD Sumut yang saat ini menjabat Penjabat Wali Kota Medan, Randiman Tarigan, Kamal rupanya datang sendiri memenuhi panggilan lembaga antirasuah. Tak ada mobil pribadi yang menjemputnya. ‎ Alhasil, ia terpaksa terus menerima cecaran pertanyaan dari wartawan hingga trotoar jalan di depan gedung KPK yang terletak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.

Akhirnya sembari menunggu taksi, mau tak mau Kamal bersedia menjawab beberapa pertanyaan wartawan. Namun jawaban-jawaban yang diberikan bersifat umum. 

"Saya diperiksa sebagai saksi untuk Gatot. Sama Ajib, Chaidir, sama siapa lagi ya.. Oke ya, terima kasih banyak," ujarnya sembari menaiki taksi bernomor polisi B 1009 UTC.

Saat ditanya apakah benar dirinya menerima suap, Kamal dengan tegas mengatakan tidak. "Oh, enggak-enggak," ujarnya.

‎Setelah Kamal, sekitar Pukul 21.15 WIB, giliran Ketua DPRD Sumut Ajib Shah yang terlihat keluar dari ruang pemeriksaan. Sama seperti Kamal, politikus Partai Golkar ini juga mengenakan kemeja putih. "Saya hanya diperiksa sebagai saksi," ujarnya singkat.

Selain itu, Ajib juga membantah ada aliran dana dari Gatot dipergunakan untuk pemenangan partainya pada pemilu lalu. "Tak ada itu (aliran dana ke partai,red)," ujarnya. ‎

Saat ditanya berapa besar uang yang ia peroleh dalam perkara ini, Ajib tak mau berbicara panjang lebar. Secara tegas ia hanya mengatakan semua hal telah disampaikan pada penyidik KPK.

"Tadi sudah disampaikan ke penyidik. ‎Itu bohong," katanya saat ditanya apakah dirinya berperan sebagai koordinator dalam pembagian uang suap yang diduga ditujukan sebagai suap pada sejumlah anggota dewan.

Ajib akhirnya menaiki mobil minibus berplat BK 1813 NR. Di belakangnya tampak sebuah mobil lain yang ikut mendampingi.

Tak berapa setelah Ajib berlalu, giliran Chaidir Ritonga yang keluar dari ruang pemeriksaan, sekitar Pukul 21.24 WIB. Namun berbeda dengan Ajib yang langsung keluar, Chaidir terlebih dahulu terlihat berkoordinasi dengan petugas pengamanan dalam KPK yang berjaga di lobi gedung antirasuah tersebut.

Pria yang mengenakan pakaian safari berwarna gelap ini, baru melangkah keluar setelah mobil sedan berplat ‎BK 178 CH, parkir persis di tangga depan lobi, sekitar Pukul21.31 WIB. "‎Penyidik yang nanti beri keterangan," ujarnya sembari berupaya masuk ke dalam mobil.

Saat ditanya apakah dirinya menerima suap, Chaidir tak ingin menanggapi lebih jauh.  "Enggak, pokoknya semua sudah dsampaikan ke penyidik. Cukup. ‎ Saya kan berhak juga tidak menjawab, oke," ujarnya menanggapi cecaran pertanyaan yang diajukan para pencari berita.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fadli Zon: Mudah-mudahan Tidak Keluar Kartu Indonesia Sabar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler