Akui Kegagalan Lockdown, Selandia Baru Akhirnya Ikuti Strategi Negara-Negara Lain

Senin, 04 Oktober 2021 – 20:36 WIB
Sebuah jalan tampak sepi selama penerapan lockdown untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Auckland, Selandia Baru, Minggu (26/8/2021). Foto: ANTARA/Reuters

jpnn.com, WELLINGTON - Selandia Baru akhirnya berhenti berusaha melenyapkan COVID-19 dan mulai mengadopsi strategi hidup bersama virus tersebut seperti yang dilakukan negara-negara lain. 

New Zealand dianggap banyak pihak sebagai negara yang paling sukses menangani COVID-19. Tahun lalu, dengan penguncian ketat dan disiplin tinggi, mereka berhasil mencapai nol kasus dan mempertahankannya hingga pertengahan tahun ini.

BACA JUGA: Selandia Baru Merasa Sudah Berhasil Kalahkan Varian Delta

Kegagalan membendung varian Delta yang muncul pada Agustus lalu membuat negara di Pasifik itu mengubah prioritasnya.

"Dengan wabah ini dan (varian) Delta, upaya kembali ke nol (kasus) sangatlah sulit," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada konferensi pers, Senin (4/10).

BACA JUGA: Selandia Baru Mengaku Berhasil Kalahkan Varian Delta, tetapi Auckland Masih Terkunci

"Ini adalah perubahan pendekatan yang akan selalu kita lakukan dari waktu ke waktu. Wabah Delta telah mempercepat perubahan (pendekatan) dan vaksin juga akan mendukung," ujar Ardern, menambahkan.

Otoritas kesehatan Selandia Baru melaporkan 29 kasus baru COVID-19 pada Senin, dan menjadikan total jumlah terkini wabah sebanyak 1.357 kasus. Mayoritas kasus terdeteksi di Auckland, yang telah dikarantina (lockdown) selama 50 hari.

BACA JUGA: Negara Lain Masih Kewalahan, Selandia Baru Sudah Cabut Pembatasan

Di tengah tekanan yang semakin meningkat, Ardern mengatakan strateginya bukanlah untuk mencapai nol kasus, tetapi untuk membasmi virus.

Dia mengatakan aturan lockdown yang ketat akan berakhir jika 90 persen populasi Selandia Baru yang memenuhi syarat telah divaksin.

"Jelas bahwa periode panjang pembatasan ketat tidak membuat kita mencapai nol kasus. Tetapi tidak apa-apa pembatasan itu penting karena kita sebelumnya tidak memiliki vaksin. Sekarang kita melakukannya. Jadi kita dapat mulai mengubah cara kita untuk melakukan sesuatu," tutur Ardern.

Warga Auckland dapat keluar rumah untuk bertemu dengan orang-orang terkasih mereka di luar ruangan mulai Rabu (6/10), tetapi jumlahnya hanya dibatasi sebanyak maksimal 10 orang.

Sekolah untuk anak usia dini akan kembali diizinkan. Orang-orang juga diperbolehkan untuk berekreasi tetapi usaha ritel, perhotelan, dan kantor-kantor masih tutup.

Ardern mengatakan sisa pembatasan di Auckland akan dilonggarkan secara bertahap. (ant/dil/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler