Al Jazeera Akuisisi TV Kabel Milik Bekas Wapres AS

Kamis, 03 Januari 2013 – 21:01 WIB
QATAR - Stasiun televisi Al Jazeera mengakuisisi stasiun televisi kabel Current TV yang didirikan mantan Wakil Presiden AS, Al Gore. Dengan akuisisi itu, Al Jazeera bisa menjangkau pemirsa lebih luas di AS.

Hanya saja tidak disebutkan nilai transaksi antara dua perusahaan ini. Current TV yang diluncurkan pada 2005 lalu, saat ini telah diakses 60 juta rumah tangga di AS.

"Current TV merupakan media yang didirikan dengan tujuan memberi suara bagi kelompok yang jarang didengar, bicara jujur pada penguasa, menyajikan pandangan yang independen dan beragam, serta memberitakan hal yang tak diketahui orang," kata Gore dalam pernyataannya seperti dikutip BBC, Kamis (3/1).

Al Jazeera yang dibiayai pemerintah Qatar, pertama kali dikenal luas oleh publik setelah menyiarkan video Osama bin Laden pascaserangan teroris (9/11) ke menara kembar World Trade Center dan Pentagon. Siaran Al Jazeera versi bahasa Inggris saat ini sudah bisa disaksikan melalui saluran internet, meski hanya warga di sejumlah kota di AS yang bisa menyaksikan siarannya.

Melalui akuisisi itu Al Jazeera  akan meluncurkan program siaran berita tersendiri di AS melalui Current TV yang akan didistribusikan ke seluruh jaringan mereka mulai tahun ini. Untuk kepentingan itu Al Jazeera akan berkantor pusat di New York dan akan menyajikan siaran berita untuk pemirsa AS.

Al Jazeera menyebut siaran versi bahasa Inggris mereka cukup populer di AS. Merujuk pada statistik penonton siaran online di AS, siaran berita Al Jazeera meraih 40 persen pemirsa.

Namun upaya Al Jazeera untuk memperluas jumlah pemirsanya melalui pembelian Current TV langsung menghadapi hambatan. Sebab, perusahaan televisi kabel terbesar kedua di AS, Time Warner Cable, menyatakan akan menghentikan penayangan Current TV karena terjadi perubahan kepemilikan ini. (Esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Burj Khalifa Jadi Kembang Api Raksasa

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler