Alasan BI Menetapkan Suku Bunga Acuan 6 Persen

Jumat, 22 Desember 2023 – 10:12 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya atau BI rate sebesar 6 persen.

Hal itu diputuskan lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Desember 2023.

BACA JUGA: Suku Bunga Tinggi, BI dan OJK Harus Cermat Pelototi Bank Pelat Merah

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan suku bunga deposit facility dipertahankan sebesar 5,25 persen, dan suku bunga lending facility juga tetap sebesar 6,75 persen.

"Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI rate pada level 6 persen tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah," kata Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Desember 2023 di Jakarta, Kamis (22/12).

BACA JUGA: Dunia Hari Ini: Suku Bunga di Australia Naik Lagi, Pengangguran Dikhawatirkan Naik

Menurut Perry, keputusan tersebut dilakukan untuk mendukung langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus satu persen pada 2024.

Perry menjelaskan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, kebijakan longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

BI pun terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi keuangan digital termasuk digitalisasi transaksi keuangan pemerintah pusat dan daerah," kata Perry.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler