Alat Uji Sampel Covid-19 dari Tiongkok Langsung Didistribusikan ke Daerah

Sabtu, 25 April 2020 – 23:32 WIB
Kepala Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo. Foto: Antara/Prisca Triferna

jpnn.com, JAKARTA - Peralatan uji sampel Covid-19 dari Tiongkok yang baru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Sabtu pagi (25/4), mulai terdistribusikan ke daerah.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo, seperangkat peralatan yang digunakan untuk menguji sampel tersebut berupa kit Viral RNA Isolation, kit Multiplex Real-time PCR dan viral transport medium.

BACA JUGA: Dua Perwira Polisi Terjangkiti COVID-19, Semua Personel yang Kontak Langsung Jalani Tes

Setibanya di gudang berpendingin, BNPB dan Balitbang Kementerian Kesehatan mendistribusikan peralatan uji sampel tersebut kepada BPBD DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketiga komponen tersebut sangat membantu untuk mengidentifikasi secara cepat kasus Covid-19.

"Ketiganya memiliki kegunaan yang saling berkaitan. Kit Viral RNA Isolation merupakan kit ekstraksi RNA. Alat ini digunakan untuk membuat RNA virus dapat diamplifikasi," jelas Agus Wibowo dalam keterangannya pada Sabtu malam.

BACA JUGA: Jumlah Positif COVID-19 Kalteng Mencapai 101 Kasus

Sementara itu, Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction atau reagen RT-PCR digunakan untuk mengetahui adanya virus SARS-CoV-2 pada sampel yang diambil dari pasien.

Peralatan ketiga yakni Viral Transport Medium sebagai media pemindahan sampel setelah dilakukan swab. Swab merupakan sampel lendir atau dahak yang diambil dari hidung atau tenggorokan.

BACA JUGA: Gugus Tugas: 66 Orang Terlacak Kontak dengan Pasien COVID-19

"Pengadaan kit RT-PCR ini diharapkan untuk mencapai target pengujian sampel swab sebanyak 10.000 per hari," ujar Agus.

Sehari sebelumnya, Jumat (24/4), Pemerintah Republik Korea juga telah mendonasikan alat uji RT-PCR yang mampu memeriksa 32.200 kasus dalam penanganan COVID – 19.

Data uji PCR per 25 April 2020 mencatat jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 67,828 spesimen. Angka tersebut merupakan spesimen yang diperiksa terhitung sejak 1 April 2020.

Dari jumlah itu, satu kasus dapat dilakukan lebih dari satu kali pengambilan sampel dengan lebih dari satu jenis spesimen. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler