Aliansi BEM SI Adakan Pemilihan Koordinator, Ini Sosok yang Terpilih

Minggu, 22 Mei 2022 – 15:33 WIB
Pemilihan Koordinator Pusat Aliansi BEM SI. Foto: dok BEM SI

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Mahasiswa BEM KM Universitas Negeri Semarang (UNNES), Abdul Kholiq kembali terpilih menjadi Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) Kerakyatan.

Abdul terpilih setelah mendapat dukungan 11 wilayah dari total 12 wilayah yang ada.

BACA JUGA: BEM SI Bakal Kembali Turun ke Jalan, Jika DPR Tak Tepati Janji

Hal itu berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke-XV yang dihadiri oleh 234 kampus.

Munas digelar di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, Banjarmasin, Kalimatan Selatan sejak 15 Mei sampai 22 Mei 2022.

BACA JUGA: Evaluasi 7 Tahun Kinerja Presiden Jokowi, BEM SI Ungkit Polemik TWK KPK

Abdul berkomitmen BEM SI akan terus berada bersama rakyat. Hal itu sejalan dengan visi dan misinya yakni BEM SI sebagai intelektual publik melalui politik alternatif secara ekstra parlementer yang berorientasi kerakyatan.

"Hal tersebut diperkuat dengan nilai organisasi yang dibangun yakni proaktif, progresif, resilien, inklusif," ujar Abdul dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (22/5).

BACA JUGA: Tuntutan Sudah Disampaikan ke Moeldoko, BEM SI Tunggu Respons Jokowi Selama 3 x 24 Jam 

Abdul menjelaskan, munas itu bertepatan dengan peringatan 24 tahun reformasi.

Arah gerak Aliansi BEM SI pun ke depan dibentuk berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan terhadap tiga ruang lingkup, yaitu peran mahasiswa sebagai penggerak dan intermeditiatory actor, permasalahan bangsa dan negara, permasalahan BEM SI.

Menurut dia, dari hal tersebut BEM SI berusaha menghadirkan gerakan yang berbeda dengan aliansi-aliansi yang lain, bukan sebagai langkah kompetitif melainkan kelengkapan dalam begerak.

"Di momentum peringatan reformasi yang ke 24 tahun, Aliansi BEM SI juga kembali merefleksikan agenda reformasi yang belum selesai. Menguatnya kekuatan oligarki menjadi ancaman untuk demokrasi yang berujung kepada semakin menjauhnya rakyat dari kesejahteraan dan keadilan," paparnya.

Abdul menuturkan BEM SI lahir sebagai bentuk aliansi, sehingga alur koordinasi dan gerak dilakukan secara koordinatif dan horizontal. Hal itu menimbulkan semangat gerak bersama.

Dia pun berjanji akan masuk ke segmentasi di berbagai isu dalam negeri. Di antaranya lingkungan, pendidikan tinggi, pendidikan dasar dan menengah, hukum dan HAM, korupsi, informasi dan teknologi, energi dan minerba, agraria, ekonomi dan ketenagakerjaan.

Selanjutnya kebudayaan dan pariwisata, perempuan, ibu dan anak, politik dan demokrasi, pertanian dan peternakan, dan yang terakhir maritim. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler