All England 2019: Jalan Untuk Ahsan / Hendra Semakin Terbuka

Laporan Ainur Rohman dari Birmingham

Jumat, 08 Maret 2019 – 10:28 WIB
Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan. Foto: Badminton Indonesia

jpnn.com, BIRMINGHAM - Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan mungkin hanya berstatus ganda putra nomor tiga Indonesia di All England 2019. Status tersebut tentu saja tak biasa bagi pasangan yang sudah mengoleksi dua gelar juara dunia, meski memang posisi tersebut sangat bisa dimengerti karena usia mereka sudah berkepala tiga.

Sejak berpisah setelah kegagalan getir di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Hendra dan Ahsan kembali berpasangan pada 2018. Meski sempat sangat diragukan, sedikit demi sedikit performa mereka terus menanjak.

BACA JUGA: All England 2019: Lihat Cara Kamura / Sonoda Mengakhiri 15 Tahun Kebersamaan Boe / Mogensen

Ahsan / Hendra menjadi kampiun Singapore Open 2018 dan mencapai final Indonesia Masters 2019. Saat ini, Hendra, 34, dan Ahsan, 31, menempati posisi nomor tujuh dunia.

Kemarin, di Arena Birmingham, Ahsan / Hendra sukses melaju ke perempat final All England 2019. Hasil itu adalah peningkatan karena tahun lalu mereka sudah terhenti di babak 16 besar. Ahsan / Hendra mengalahkan ganda Rusia Vladimir Ivanov / Ivan Sozonov dengan skor 21-19 dan 21-18. Itulah kemenangan kelima Ahsan / Hendra dalam lima pertarungan melawan juara All England 2016 tersebut.

BACA JUGA: All England 2019: Cerita Tommy Sugiarto soal Kartu Merah dan Peran Ahsan / Hendra

’’Secara head-to-head, kami memang menang, tetapi setiap pertandingan tidak mudah. Selalu saja ketat. Sebab, melawan mereka itu kalau bola naik sedikit saja, akan dihajar,’’ kata Ahsan yang ditemui di mixed zone Arena Birmingham setelah pertandingan. 

(Baca Juga: Cerita Tommy Sugiarto soal Kartu Merah dan Peran Ahsan / Hendra)

BACA JUGA: All England 2019: Tommy Sugiarto Susah Payah ke Perempat Final, Jojo Kandas

Hendra menambahkan bahwa salah satu kunci kemenangan mereka adalah perubahan taktik, terutama dalam mengantisipasi servis lawan. Mereka tidak terpancing dengan permainan bola-bola atas yang menjadi kegemaran Ivanov / Sozonov. Maklum pasangan tersebut berpostur jangkung 197 cm dan 184 cm.

Hari ini Ahsan / Hendra berpeluang melaju ke semifinal. Mereka akan menghadapi pasangan non-unggulan Mark Lamsfuss / Marvin Seidel. Kemarin pasangan Jerman itu secara mengejutkan mengalahkan ganda putra Tiongkok He Jiting / Tan Qiang dalam dua set langsung 22-20 dan 21-14.

Saat ditanya komentarnya tentang kemenangan Lamsfuss/Seidel, Ahsan tampak tersentak. ’’Wah, Jerman yang menang ya?’’ ungkapnya.

Saat Jawa Pos bertanya apakah dia terkejut dengan kekalahan pasangan Tiongkok itu, Ahsan cepat-cepat menggeleng. ’’Ah, enggak kok,’’ ucapnya, lantas tersenyum.

Bagi dia, siapa pun lawan yang dihadapi akan selalu dipandang serius. Ahsan / Hendra tidak menganggap remeh. Apa pun bisa terjadi karena dua pasangan tersebut belum pernah bertemu.

Setelah pertandingan, mereka langsung berdiskusi dengan pelatih ganda putra tentang kelebihan dan kelemahan duo Jerman yang berada di peringkat ke-28 dunia itu. ’’Mereka cukup bagus. Permainan no-lob mereka berbahaya,’’ tutur Hendra.

Dengan kandasnya unggulan nomor satu dan juara bertahan Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo, jalan Ahsan / Hendra justru semakin terbuka. Pertemuan melawan Lamsfuss / Seidel juga merupakan keberuntungan kecil karena seeded kedua yang berada satu pool dengan mereka, yakni Li Junhui/Liu Yuchen, sudah kandas di babak pertama. (*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... All England 2019: Rahasia Owi / Winny


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler