Alumni ITB Temui Anies agar Konsisten Hentikan Reklamasi

Selasa, 05 Desember 2017 – 19:59 WIB
Nelayan di Teluk Jakarta menyandarkan perahu mereka di dekat lahan hasil reklamasi. Foto: dokumen Indopos/JPG

jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/12). Dalam pertemuan itu, Ikatan Alumni ITB mendesak Anies konsisten menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta.

"Sore hari ini saya menerima kedatangan Ikatan Alumni ITB di Jakarta yang menyampaikan aspirasi, hasil kajian mereka terhadap reklamasi. Dan mereka menyampaikan gagasannya secara lengkap kemudian tadi dipresentasikan juga terutama terkait penataan kawasan pantai di Jakarta," kata Anies usai pertemuan.

BACA JUGA: Fajar Shidiq Minta Anies Tepati Janji daripada Urusi Pilpres

Selain perwakilan dari alumni ITB, ada pula afiliasi 13 universitas yang diketuai Akhmad Syarbini selaku Ketua Presidium Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia (PETISI) Tolak Reklamasi. Para akademisi itu, kata Anies, akan mengkaji reklamasi Teluk Jakarta berdasarkan lima aspek.

"Insyaallah kami akan adakan workshop minggu depan, diselenggarakan oleh Bappeda membahas masukan dari mereka. Ada lima aspek utama yang dibahas," kata Anies. 

BACA JUGA: Sebaiknya Anies Baswedan Diam Saja

Sedangkan Syarbini menambahkan, 13 perguruan tinggi negeri serta swasta akan mengkaji tentang perlunya reklamasi Teluk Jakarta dihentikan. Menurutnya, DKI banyak merugi bila reklamasi terus dilanjutkan.

"Kami akan adakan workshop minggu depan dengan melibatkan aspek dari teknik dan lingkungan, aspek hukum, aspek sosial ekonomi budaya, geopolitik dan hankamnas," kata Syarbini. 

BACA JUGA: Pemprov DKI Pengin Atur Ornamen Natal

Sementara perwakilan dari Ikatan Alumni ITB Muslim Armas memastikan pihaknya dari awal sudah mengambil sikap untuk menolak reklamasi Teluk Jakarta. Dia juga kerap mendesak Pemprov DKI membatalkan proyek reklamasi terhadap 14 pulau yang kini tengah dikerjakan pengembang. 

"Pulau C dan D itu harus ada kajian mendalam terutama menyangkut mitigasi apakah memang itu bisa dipakai untuk publik. Jangan sampai kita menimbulkan bencana di masa depan," kata Muslim.

Muslim juga meminta Anies memperhatikan proyek reklamasi Teluk Jakarta di Pulau G. Pasalnya, menurut kajian yang ada, akan reklamasi akan memiliki banyak dampak. 

"Di situ ada pipa gas, pipa untuk PLTU, kemudian nelayan juga harus berputar untuk menangkap ikan sehingga lebih jauh," kata dia.

Muslim juga menjelaskan tiga alasan sehingga reklamasi Teluk Jakarta harus ditolak. Pertama, proses perizinannya tidak transparan terutama yang menyangkut analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang tidak melibatkan partisipasi publik ataupun stakeholders.

Kedua, proyek reklamasi, kata dia, menimbulkan dampak yang masif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi yang luas. Ketiga, reklamasi Teluk Jakarta menimbulkan biaya untuk mengatasi dampak tersebut yang harus ditanggung oleh pemerintah.

“Akhirnya pemerintah nanti mengambil uang dari rakyat juga. Kami sebagai rakyat pembayar pajak tentunya tidak ingin semua dampak yang ditimbulkan oleh pengembang itu ditanggung oleh rakyat. Tiga hal tersebut yang mendasari kami kenapa meminta reklamasi ini dihentikan," tegas dia.(tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anies Baswedan Izinkan Monas untuk Natalan


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler