Amerika Tarik Rudal Patriot dari Saudi, Raja Salman Langsung Telepon Donald Trump

Sabtu, 09 Mei 2020 – 10:51 WIB
Donald Trump dan Raja Salman. Foto: AFP

jpnn.com, WASHINGTON - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membicarakan kerja sama pertahanan, Jumat (8/5).

Komunikasi antara dua sekutu itu terjadi tak lama setelah AS mengumumkan rencana penarikan sistem rudal Patriot dari Saudi.

BACA JUGA: Zoom Gaet Mantan Penasihat Militer Donald Trump

"Kedua kepala negara menegaskan kembali kemitraan pertahanan AS-Saudi yang kuat," ujar juru bicara Gedung Putih Judd Deere.

Penarikan dua unit sistem rudal Patriot disebut-sebut sebagai cara Amerika menekan Saudi agar negara itu memangkas produksi minyaknya.

BACA JUGA: Donald Trump Bandingkan Wabah Corona dengan Pearl Harbor dan 9/11, Sudah Siap Perang?

Sejak bulan lalu Trump telah berusaha membujuk pihak Saudi untuk menghentikan strategi dagang yang telah menyebabkan anjloknya harga minyak dunia tersebut.

Untuk diketahui, sistem Patriot AS sangat krusial dalam melindungi fasilitas minyak Saudi dari serangan rudal Iran dan sekutunya di Yaman.

BACA JUGA: Beda dengan Donald Trump, Jenderal Amerika Ini Ogah Sok Tahu soal Asal Virus Corona

Meski begitu, keterangan Gedung Putih sama sekali tidak menyinggung soal misil canggih tersebut.

"Kedua pemimpin menyetujui pentingnya stabilitas pasar energi global. Presiden dan Raja Salman juga membahas isu-isu regional dan bilateral yang krusial serta kerja sama mereka sebagai pemimpin G7 dan G20," beber Deere.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Mike Pompeo mengatakan bahwa penarikan sistem Patriot bukanlah indikasi merenggangnya hubungan AS-Saudi. Dia juga membantah penarikan itu dilakukan karena AS tidak lagi menganggap Iran sebagai ancaman di kawasan tersebut. (reuters/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler